0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terduga Pemakai Narkoba Tewas Saat Diperiksa Polisi?

Ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Timlo.net – Terduga pemakai narkoba, Rahmat Firdaus (40), tewas usai ditangkap polisi dari Polres Palembang. Mengetahui ada kejanggalan atas kematian Rahmat, istri korban Anita (40) dan beberapa orang keluarga akhirnya melapor ke Propam Polda Sumsel. Namun, laporan mereka belum diterima karena pangkat dan nama lengkap terlapor belum diketahui pasti.

Ridho (41), kakak korban menjelaskan, adiknya tersebut ditangkap anggota Satres Narkoba Polresta Palembang saat berjualan ikan di Pasar 10 Ulu Palembang, Rabu (13/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditangkap, polisi menemukan barang bukti empat linting ganja.

Saat itu rekan korban bernama Aldo (50) juga turut ditangkap namun dilepas kembali karena tak terbukti.

Beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 20.00 WIB, pihak keluarga mendapat kabar dari polisi bahwa korban sudah meninggal di Rumah Sakit Bari Palembang. Jenazah korban pun dibawa ke rumah duka di Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Palembang, tanpa divisum terlebih dahulu.

Ketika hendak dimandikan, keluarga menemukan jasad korban dipenuhi luka memar di sekujur tubuhnya. Bahkan, mata korban bengkak dan mengeluarkan darah. Keluarga curiga jika kematian korban tak wajar.

Kecurigaan itu semakin bertambah setelah mendengar pengakuan Aldo, yang juga ditangkap. Aldo mengaku mendengar jeritan korban saat diperiksa di sebuah ruangan di Mapolresta Palembang. Sebelum dibawa ke kantor polisi, kepala korban sempat dibenturkan ke dinding ruko pasar.

“Badan korban luka memar semuanya, mata bengkak dan berdarah. Kami menduga dia disiksa polisi,” ungkap Ridho, Selasa (19/1).

Mengetahui ada kejanggalan itu, Ridho meminta penjelasan polisi. Namun polisi menyebut kematian korban karena keracunan makanan.

“Kami tidak bisa terima alasan itu. Karena waktu ditangkap itu dia sehat-sehat saja, tidak mungkin keracunan, apalagi di kantor polisi,” ujarnya.

“Kami minta laporan ini diterima, ini harus diproses,” sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak berwenang terkait kasus ini.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge