0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

15 Tahun KORPRI Wonogiri Mati Suri

Penjabat Bupati Wonogiri, Sarwa Pramana (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Belasan tahun, KORPRI Wonogiri mati suri. Struktur organisasinya dinilai tak jelas, dan keanggotaannya pun hanya samar-samar. Banyak pihak pun berharap, korps abdi negara tersebut bangkit lagi.

“Sudah 15 tahun, KORPRI Wonogiri ini tenggelam, tidak ada gaungnya,” ungkap Penjabat Bupati Wonogiri Sarwa Pramana, di Wonogiri, Selasa (19/1).

Menurutnya, sejauh ini kepungurusan KORPRI Wonogiri tidak jelas, bahkan hanya tinggal beberapa orang saja. Namun demikian, iuran anggota tetap berjalan. Dari aturan lama, iuran anggota tersebut itu besarannya sekitar Rp 100 per pegawai negeri sipil (PNS).

“Maka ini saya disuruh membentuk kepengurusan baru. Soal iuran ada yang tersimpan di Setda dan ada yang tersimpan di rekening SKPD masing-masing,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, kata Sarwa Pramana, kepengurusan KORPRI Wonogiri bakal dibentuk. Nantinya kursi kepengurusan hendaknya diisi orang-orang yang sungguh kompeten serta dalam operasional kegiatannya berpihak pada masyarakat bawah.

“Sehingga yang jadi tugas KORPRI dan hak-hak PNS dapat diberikan. Kesejahteraan PNS dan peka dengan lingkungan, khususnya warga yang tidak mampu,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, vakumnya kepengurusan KORPRI di Wonogiri terjadi lantaran kurangnya komitmen pemerintahan sebelumnya. Ditambahkan, berdasarkan UU No 5. Tahun 2014 KORPRI adalah Korps Profesi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. Melalui Musda nanti diharapkan dapat mengoptimalkan kepengurusan KORPRI, baik di tingkat provinsi maupun kabupupaten/kota.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge