0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah Putri Cempo Ganjal Solo Raih Adipura

TPA Putri Cempo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pengelolaan sampah di Kota Solo mendapat sorotan kalangan legislatif. Pasalnya, pengelolaan sampah yang terdapat di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo belum maksimal sehingga menjadi salah satu pengganjal Kota Solo memperoleh penghargaan Adipura di tahun 2015.

“Hingga saat ini belum ada aksi nyata untuk melakukan pengelolaan sampah menuju ke arah positif,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno, Selasa (19/1).

Dicontohkan, sejumlah kota besar di Indonesia dengan jumlah sampah yang lebih banyak mampu dikelola dengan baik. Bahkan, tidak sampai terjadi kebakaran seperti akhir tahun kemarin. Disamping itu, kata politisi PDIP tersebut, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) juga kurang mendorong kesadaran masyarakat untuk dapat meminimalisir sampah buangan dari limbah rumah tangga.

Seharusnya, sampah yang dibuang memang benar-benar tidak bermanfaat. Sedangkan, sampah yang masih memiliki manfaat atau nilai jual disisihkan untuk dikelola sehingga dapat berimbas pada nilai ekonomis.

“Di kawasan Mojosongo, ada sebuah RT yang mampu meminimalisir sampah buangan dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai jual. Seharusnya dapat dijadikan pilot project untuk kawasan lain supaya mampu meniru kawasan tersebut,” jelas Sukasno.

Pengelolaan sampah, lanjut Sukasno, dinilai sangat penting jika Kota Solo ingin kembali memperoleh Adipura. Mengingat, pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu indikator penilaian kota layak menerima penghargaan.

Hingga saat ini, pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo masih menggunakan sistem open dumping. Seharusnya Solo mampu memakai sistem sanitary landfill untuk penerapan pengelolaan sampah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge