0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Unik, Soft Drink Dikemas Dalam Botol Cairan Cuci Piring

merdeka.com
Soft Drink Dikemas Dalam Botol Cairan Cuci Piring (merdeka.com)

Timlo.net – Apa jadinya kalau minuman soda diberi kemasan mirip seperti cairan pencuci piring? Saat ini warga Malang dan sekitarnya sedang kecanduan aneka minuman yang dikemas dalam botol tersebut. Sekilas sulit dibedakan antara cairan pembersih atau sebagai minuman, mengingat desainnya yang nyaris tidak ada perbedaan.

Bentuk botolnya mirip dengan dengan cairan pencuci piring yang beredar di pasaran. Begitupun juga dengan desain warna sticker dan warna minuman. Yang masih bisa dijadikan pembeda adalah merek atau nama yang sedikit diplesetkan.

Contohnya, minuman bersoda diberi nama Sodlight dibuat sangat mirip dengan cairan pencuci piring merek Sunlight. Sementara minuman berbahan susu diberi nama Momo, dibuat sangat mirip dengan cairan pencuci perabot rumah tangga, Mama Lemon.

“Sodlight itu berbahan soda, karena itu diberi nama Sod maksudnya soda, kalau Momo itu maksudnya minumnya dengan dihisap, mo..mo mo… mo….,” kata Vialyne Dinata, Selasa (19/1).

Vialyne, Jonathan Steven, Panji Adhytama, Yosua Halim dan Selvi Hokman adalah orang-orang di balik produksi minuman kreatif dengan kemasan unik ini. Kelimanya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya Malang. Kelimanya memberi nama minuman kreasi mereka dengan Magic.Wash (Magic dot Wash). Ide itupun masih belum lama dijalankannya, baru sekitar 4 bulan terakhir.

“Idenya dari tren makanan dan minuman yang disajikan dengan cara unik. Karena yang unik, sekarang lagi dicari,” kata Vialyne.

Masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi minuman ini. Sebab, bahan yang digunakan aman. Vialyne memaparkan, bahan yang dibutuhkan untuk membuat minumannya mudah dicari di pasaran.

Jenis Sodlight dibuat menggunakan plain soda yang dikombinasi dengan aneka rasa. Mulai dari melon, anggur, stroberi dan jeruk. Sementara untuk Momo, dibuat dari susu sapi segar dengan ditambahkan aneka rasa, seperti rasa taro, cokelat, bublegum dan greentea.

“Karena tidak memakai bahan pengawet, minuman hanya tahan 2-4 hari,” katanya.

Steven menambahkan, botol kemasan yang mirip dengan botol cairan pencuci piring sengaja dipesan khusus dari sebuah pabrik plastik yang menjadi langganan. Botol itu khusus untuk minuman dan hanya sekali pakai.

“Kami menggunakan botol baru, yang pasti aman,” jelasnya.

Bisnis mereka selama ini dipromosikan melalui media sosial dan beberapa kali mengikuti pameran. Mereka juga rutin berjualan di arena Car Free Day di Jalan Ijen setiap akhir pekan.

“Penjualan sampai Klaten dan Yogyakarta. Pernah ada order dari Kalimantan dan Papua tetapi kami bingung cara mengirimkannya,” jelas Steven.

Untuk distribusi ke Klaten dan Yogyakarta, mereka memanfaatkan jasa travel. Barang-barang dimasukkan box dan diberi es, kemudian ditutup secara rapat agar kedap air. Untuk distribusi di dalam kota, mereka menggunakan jasa ojek, bahkan diantarkan sendiri.

Rasa unik semakin terasa saat ruang etalase Magic dot Wash dalam bentuk dapur yang dilengkapi tempat pencuci piring. Penjual seolah menjadi tukang cuci di perabot rumah tangga.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge