0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siapa Menaruh Racun di Gelas Mirna?

Reka ulang kasus meninggalnya Mirna (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menemukan dua hasil uji yang berbeda pada pengujian sampel kopi pada kopi milik Olivier Cafe dan kopi yang sudah tertuang ke gelas Wayan Mirna Silalahi (27). Pada kopi milik Olivier Cafe, polisi tidak menemukan zat berbahaya di dalamnya. Sementara pada kopi yang diminum Mirna, polisi menemukan 15 gram zat Sianida.

Mirna diketahui mengalami kejang hingga meninggal dunia usai meminum kopi vietnam di Olivier Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (6/1) lalu.

“Kopi yang berasal dari sampel kopi yang diminum Mirna hasilnya positif mengandung sianida. Sedangkan sampel kopi dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna hasilnya negatif dari sianida,” kata Kepala Sespulabfor Mabes Polri Kombes Hudi Suryanto, Senin (18/1).

Hudi menjelaskan, hasil tersebut berdasarkan analisa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri terhadap 6 barang bukti terkait kematian Mirna. Dengan dua diantaranya adalah sampel kopi di gelas yang diminum Mirna, serta sampel kopi milik kafe dari botol yang dituangkan ke kopi Mirna.

Berdasarkan hasil-hasil inilah polisi meningkatkan status kasus kopi beracun ini menjadi penyidikan. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, memastikan pihaknya kini mengambil langkah untuk mencari tersangka yang menuang sianida di kopi Mirna.

“Hari ini (Senin) kami gelar perkara kasus kematian Mirna terhadap beberapa evaluasi,” kata Krishna Murti.

Krishna mengungkapkan, pembahasan gelar perkara tersebut meliputi keterangan saksi, pra-rekonstruksi, barang bukti dan hasil otopsi. Dirinya pun menuturkan, penyidik kepolisian akan menganalisa hasil laboratorium dan fakta penting lainnya, selanjutnya mengkonfirmasi seluruh petunjuk.

“Kasus ini mengalami kemajuan untuk melangkah agar peristiwa pidana itu terang benderang,” ujarnya.

Diungkapkan Krishna, hasil penelitian Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri akan dijadikan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kematian Mirna. Dari hasil gelar perkara itu, Krishna menyatakan penyidik akan mengembangkan untuk penetapan tersangka. Dirinya sekaligus menegaskan Mirna tewas akibat meminum kopi yang terdapat racun senyawa sianida.

“Saat ini dikembangkan bagaimana racun sianida masuk kopi,” jelasnya.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge