0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kartunis Lawan Teroris Lewat Goresan Tangan

timlo.net/heru murdhani
Dua orang kartunis tengah menggambar kartun (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sekelompok seniman karikatur membuat karya sebagai reaksi atas peristiwa peristiwa pengeboman kawasan Sarinah Thamrin Jakarta. Kelompok bernama Pakarso (Persatuan Kartunis Solo) membuat aksi melukis karikatur, dan komik srtip di atas media MMT sepanjang 20 meter.

“Ini adalah bentuk rasa empati terhadap peristiwa Sarinah. Namun aksi ini, bukan secara frontal, melainkan seperti karya kartun biasa yang lucu meskipun tak jarang satir,” ungkap Ketua Pakarso, Jajak Ari Nugroho, Senin (18/1).

Dengan bermodalkan Spidol, tak kurang dari lima orang kartunis menuangkan karya mereka. Berbagai kelucuan dan sentilan muncul dalam karya-karya tersebut.

Salah satunya digambarkan seorang teroris membawa sebuah senapan laras panjang, namun bukan untuk menembak, melainkan senapan itu digunakan sebagai pengganti tongkat narsis (tongsis). Karya yang lain menggambarkan Jamal, penjual sate yang dengan tenang berjualan di kawasan Sarinah. Dalam karya itu digambarkan Jamal lebih takut pada Satpol PP dari pada peristiwa pengeboman yang terjadi disampingnya.

“Sebenarnya kartun adalah media yang luwes untuk bisa masuk kedalam situasi apapun. Aksi ini kita gelar, sebagai sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia tidak takut dengan teror apapun,” ujar Jajak.

Senada dengan Jajak, salah satu anggota Pakarso, Dwijo Wihyono mengatakan dengan aksi ini dirinya ingin mengubah pandangan masyarakat, sehingga tidak tercekam dalam ketakutan.

“Harus berani melawan, kedepannya kita tidak mudah terhasut, dan tetap tenang, jika ada aksi teror,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge