0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lapangan Dilarang untuk Pasar Malam, DPRD Prihatin

Pasar malam (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kalangan legislatif meminta Pemkot Solo mempertimbangkan kembali pelarangan penggunaan lapangan untuk kegiatan pasar malam. Pasalnya, keberadaan lapangan dianggap mampu memberi akses sosial ekonomi bagi warga di sekitarnya.

“Pemkot harus mempertimbangkan unsur sosial ekonomi yang tumbuh dari kegiatan di lapangan seperti pasar malam,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, Senin (18/1).

Seharusnya, kata Supriyanto, Pemkot tidak memukul rata pelanggaran penggunaan lapangan untuk kegiatan pasar malam. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo seharusnya melakukan kajian ruang-ruang baru yang bisa dimanfaatkan untuk pasar malam tanpa merusak lingkungan sekitar. Termasuk, kegiatan pemanfaatan lapangan seperti di kawasan Sumber baru-baru ini.

“Saya sangat prihatin, melihat lapangan yang dilarang digunakan sebagai pasar malam. Justru lapangan yang dilarang itu merupakan lokasi vital untuk srawung warga,” jelas Supri.

Pelarangan menggunakan lapangan sebagai ruang interaksi sosial kemasyarakatan, lanjut Supriyanto, berdampak pada tertutupnya peluang interaksi dan peningkatan ekonomi hanya karena dalih perawatan rumput serta rusaknya lapangan. Diharapkan, Pemkot lebih bijaksana saat membuat sebuah aturan yang menyangkut ruang interaksi masyarakat.

Sebelumnya, DKP melarang pemanfaatan 18 lapangan untuk pasar malam karena dinilai merusak kawasan. Hal ini menyusul rusaknya kawasan Benteng Vastenburg usai digunakan sebagai wahana pasar malam saat perayaan Sekaten beberapa waktu lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge