0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jatah Pupuk Tak Cukup, Petani Terpaksa Beli ke Luar Daerah

dok.timlo.net/nanang rahadian
Petani menggarap sawah (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Jatah pupuk bersubsidi yang diterima petani Desa Macanan, Kebakkramat, Karanganyar tak mencukupi kebutuhan untuk bercocok tanam. Sehingga, para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi bahkan sampai keluar daerah.

“Kebutuhan pupuk rata-rata 10 kwintal per hektare, atau jauh lebih banyak dibandingkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) seberat 7,5 kuintal per hektare,” kata Bendahara Gapoktan Makaryo Tani Desa Macanan, Wagimin, Senin (18/1).

Wagimin menjelaskan, jenis sawah di Desa Macanan tadah hujan. Tanahnya tidak gembur sehingga. Konsumsi pupuk 10 kuintal per hektare mutlak terpenuhi. Apabila tetap mengandalkan jatah RDKK, ia khawatir hasil panenan anjlok. Bermodal pupuk 10 kuintal, petani Desa Macanan mampu menghasilkan 3,5 ton gabah per patok tiap kali panen.

“Kalau mengandalkan pupuk di RDKK, paling-paling hanya panen 2,1 ton per patok,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pokok ini, petani terpaksa membeli secara mandiri ke pengecer sampai ke desa tetangga apabila stok di desanya habis. Mereka tak terlalu memperdulikan selisih harga maupun ongkos angkut asalkan kebutuhan itu terpenuhi. Ia mencontohkan, harga pupuk urea di pengecer Rp 95 ribu per karung padahal barang yang sama dijual Rp 90 ribu, jika melalui alur resmi.

“Kebutuhan pupuk itu meliputi jenis urea, NPK, SP36, ZA dan pupuk organik,” jelas Wagiman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge