0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

26 Pasar Rakyat di Wonogiri Sudah Tak Layak

dok.timlo.net/tarmuji
Pasar Baturetno tampak dari sisi timur terlihat kumuh (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sebanyak 26 pasar rakyat yang ada di Wonogiri tergolong memprihatinkan. Selain kumuh, kondisi bangunannya pun sudah tak layak lagi. Pasalnya, kebanyakan bangunan itu dibuat sejak tahun 80-an. Wajar jika saat ini mulai lapuk dimakan jaman.

“Yang jelas saya iri dengan Sukoharjo, mereka bisa membangun pasar rakyat yang sedemikian megah. Kenapa Wonogiri tidak bisa?” ungkap Kepala Disperindagkop UMKM Wonogiri, Guruh Santosa, Senin (18/1).

Setidaknya, tahun ini, menurut Guruh ada tiga pasar yang diajukan untuk dilakukan pembangunan total, proposal pengajuan pun sudah diajukan kepada Pj bupati. Diharapkan di 2017, permohonan pembangunan tiga pasar rakyat tersebut dapat terealisasi. Guruh menyebut,alasan mendasar terhadap ketiga pasar tersebut yakni kondisi pasar sudah banyak yang sudah rusak, di sisi lain, ketiga pasar ini sudah ada detail engenering desain (DED).

“Ketiga pasar itu adalah pasar Kecamatan Baturetno, Pracimantoro dan Jatisrono,” jelasnya.

Dikatakan, dari tiga pasar rakyat yang diusulkkan, dia berharap disetujui pemerintah propinsi. Sedang asumsi anggaran untuk pembangunan ketiga pasar rakyat tersebut mencapai Rp 160 miliar.

“Perinciannya, untuk Pasar Baturetno pembangunan total dua lantai sekitar Rp 45 miliar, kemudian Pracimantoro Rp 40 miliar dan Jatisrono Rp 80 miliar, karena ada lokal,” katanya.

Guruh menambahkan ,selama ini, Pemkab Wonogiri melalui Disperindagkop baru mampu menyasar terhadap pembangunan pasar-pasar tradisional yang notabene hanya pasar kecil.

“Tahun lalu kita baru merombak pasar tradisional seperti pasar Sidorejo yang terletak di dekat Bangjo Pokoh, Wonoboyo,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge