0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bahrun Naim Masih Memiliki Keterkaitan Dengan Aman Abdurrahman

merdeka.com
Bahrun Naim (merdeka.com)

Timlo.net – Terduga dalang ledakan dan teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Bahrun Naim dianggap masih memiliki keterkaitan dengan Aman Abdurrahman yang kini sudah mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan menyatakan, Bahrun Naim memiliki hubungan dekat dengan narapidana teroris Aman Abdurrahman.

“Dulu memang Bahrun Naim merupakan anggota pengajiannya Aman Abdurrahman. Tetapi setelah itu kan (Bahrun) ke Suriah,” kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (17/1).

Anton mengakui, belum mengetahui secara pasti apakah ada komunikasi yang terbangun antara Bahrun dengan Aman menjelang aksi teror di kawasan Sarinah. Pasalnya, Bahrun sekarang ada di Suriah dan Aman mendekam di Lapas Nusakambangan.

“Belum tahu. Kita perlu ketahui ada komunikasi atau tidak, itu sangat teknis,” tandasnya.

Abdurrahman merupakan terdakwa dalam kasus pelatihan bersenjata di Aceh. Dia divonis hukuman sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Senin 20 Desember 2010. Aman terbukti membantu pelatihan militer yang digelar di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam pada tahun 2009 lalu.

Disisi lain, Bahrun Naim diduga juga menggunakan keahlian IT untuk berkomunikasi dan merekrut anak buahnya dari jarak jauh.

“Melalui perantara, ada pula melalui IT. Karena Naim ini ahli IT. Makanya sekarang diduga ada teror melalui IT. Ada juga orang Indonesia direkrut melalui IT,” katanya.

Menurut Anton, Bahrun memanfaatkan banyak jejaring media sosial. Dari sana kelompoknya bisa terus bertambah.

“IT itu banyak ada yang Facebook, ada Path, ada chatting, ada Instagram, WhatsApp, macam-macam. Semua sarana IT. Ya dia punya tim sendiri, punya grup sendiri. Bisa di Indonesia bisa di luar. IT itu istilahnya penarik saja,” tuturnya.

Anton menjelaskan, sejauh ini di Indonesia ada 200-an jaringan Bahrun. Selain itu, Bahrun juga membuka jalur komunikasinya melalui orang-orang tertentu yang diutus. Untuk menangkap Bahrun, Polri sudah bekerjasama dengan pihak keamanan di luar negeri.

“Kita sudah koordinasi dengan seluruh jaringan baik Indonesia dan luar negeri untuk bisa menangkap Bahrun Naim. Tapi itu bukan hal paling gampang juga. Uni Soviet menyerang ISIS juga kan gak selesai-selesai. Karena bukan hal yang gampang,” ujarnya.

Anton mengakui bahwa upaya menyergap Bahrun bukan hal yang mudah. Sebab dia terakhir dideteksi berada di Suriah, markas ISIS.

“Kemungkinan besar ada di Suriah Bahrun Naim ini, itu kan daerah perang. Kita mau masuk saja susah. Kondisi Suriah pemerintahannya dalam kondisi tak normal,” tandasnya.

[rnd/dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge