0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BIN Harus Tingkatkan Kemampuan Untuk Meminimalisir Aksi Teror

merdeka.com
TB Hasanuddin (merdeka.com)

Timlo.net — Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang turun langsung mengendalikan penanggulangan teroris di lapangan. Hashtag ‘Kami Tidak Takut’ dinilainya sebagai tekad bulat Bangsa Indonesia dalam melawan teroris yang menjadi musuh bersama. Politikus PDIP ini berharap agar BIN meningkatkan kemampuannya meminimalisir aksi teror selanjutnya.

“Sekarang saatnya bersatu melawan musuh bersama. Bukan saatnya saling menyalahkan satu sama lain. Kalau intelijen merasa tidak kecolongan, buktikan ke depan tak akan terjadi lagi kasus serupa,” kata TB Hasanuddin di Jakarta, Minggu (17/1).

Hasanuddin menjelaskan, kalau para pejabat sering membuat pernyataan bahwa ratusan WNI sudah kembali dari wilayah ISIS, maka harus melakukan sesuatu agar mereka kembali jadi warga negara yang baik. Dia mengatakan, ada sejumlah langkah-langkah yang harus dilakukan ke depannya agar insiden terorisme tak terulang.

“Pertama, kemampuan aparat intelijen harus ditingkatkan baik melalui pelatihan, jumlahnya maupun perlengkapannya, agar mampu menyerap data intel secara akurat sejak awal dan kemudian mengeliminasi gerakan teroris sebelum mereka melakukan aksinya,” jelas Hasanuddin.

Kedua, lanjut Hasanuddin, peran kontrol dan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat harus ditingkatkan kembali. Baik itu melalui siskamling, para RT/RW harus diberdayakan kemampuannya secara maksimal di daerahnya masing-masing.

“Kalau perlu dialokasikan anggaran memadai untuk mereka. Kegiatan siskamling merupakan daya tangkal dalam upaya mengeliminasi dan mempersempit manuver teroris. Berlakukan wajib lapor bagi mereka yang masuk dari daerah lain. RT/RW harus tahu dan mengenal setiap warganya. Dalam kegiatan ini dapat di perbantukan Baninmas dibantu Babinsa secara rutin,” terang Hasanuddin.

“Ketiga, aparat jangan ragu terus melakukan sweeping terhadap senjata api dan kontrol terhadap bahan kimia yang dapat dijadikan bahan peledak. Keempat, program deradikalisasi harus lebih fokus dan terarah targetnya, jangan ada lagi deradikalisasi model proyek,” imbuhnya.

Selain itu, Anggota DPR Komisi I itu meminta para pengamat agar lebih hati-hati dalam membuat pernyataan. Jangan sampai analisa pengamat membingungkan publik dan membuat situasi menjadi tegang dan resah.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge