0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Pekan Tak Turun Hujan, Warga Beli Air Bersih

Tangki air bersih pesanan warga Paranggupito (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sudah hampir tiga pekan, sebagian wilayah Wonogiri bagian selatan mengalami kekeringan, terpaksa warga kembali membeli air bersih walaupun harganya jauh lebih mahal melebihi disaat musim kemarau.

“Bak penampungan air milik warga kering kerontang. Demikian pula dengan sejumlah sumber air yang ada,” ungkap Kepala Desa (Kades) Songbledek Kecamatan Paranggupito, Sutoto, Minggu (17/1).

Harga air bersih yang dibeli warga, cukup tinggi. Pasalnya mencapai kisaran Rp 200 ribu untuk satu tangki ukuran 6.000 liter. Harga tersebut bahkan jauh lebih mahal daripada saat terjadinya bencana kekeringan tahun lalu. Dimana harga air bersih paling tinggi adalah Rp 150 ribu.

“Kalau musim hujan seperti ini, truk biasanya tidak digunakan untuk mengangkut air, sehingga peralatan dan instalasi air di mobil, tidak dipasang. Tapi karena ada permintaan warga, pemilik truk memasangnya kembali, sehingga perlu tambahan biaya, makanya jadi mahal,” ujarnya.

Dia memperkirakan, jika dalam waktu satu pekan mendatang tidak turun hujan, semakin banyak warga yang membeli air bersih. Selain itu, tanaman milik petani dipastikan mati dan gagal panen. Seandainya hal itu terjadi pihaknya bersiap mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge