0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PNS Tak Mau Absen Finger Print, Tamsil Melayang

timlo.net/heru murdani
Penjabat Walikota Solo, Budi Yulistianto (timlo.net/heru murdani)

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan absen finger print (sidik jari) bagi PNS sudah berlaku efektif mulai Maret mendatang. PNS yang tidak mau absen dengan sistem finger print bakal dipotong tambahan penghasilan (Tamsil)-nya.

“Februari kami minta PNS mulai belajar gunakan absen finger print. Nanti, Tamsilnya akan dihitung dari finger print itu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Rahmat Sutomo, Sabtu (16/1).

Rahmat menarget pelaksanaan absen dengan finger print berlaku efektif pada Maret mendatang. Jika ada PNS yang belum tahu cara absen dengan finger print, Rahmat meminta PNS tersebut segera belajar dari sekarang.

Lebih lanjut, Rahmat mengakui, absen dengan finger print bukanlah ukuran sepenuhnya kedisiplinan PNS. Pasalnya, ada PNS yang absen finger print di pagi hari dan sore hari, namun menghilang saat siang hari. Meski bukan ukuran penuh, Rahmat menegaskan absen finger print harus jalan terus.

Senada Pelaksana Harian (Plh) Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Yulistianto mengakui masih ada PNS yang melakukan absen secara manual. Kedepan, seluruh PNS wajib absen dengan finger print.

“Setelah absen finger print memang perlu diawasi. Misalnya jam 6 cap jempol, jam 4 cap jempol, tapi antara jam 4 sampai jam 6 ilang. Selain itu bagi PNS yang ada tugas melebihi jam kerja itu mekanismnya nanti seperti apa itu yang masih dicari,” ujar dia.

Ditanya kesiapan mesin finger print, Budi menyatakan mesin finger print sudah tersedia dan siap dipakai. Mesin itu terkoneksi secara online dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Mesin sudah siap semua, di SKPD sudah ada semua, di kecamatan juga sudah dan online semua ke BKD. Kendalanya nggak ada, cuman kepatuhan dan kemauan saja,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge