0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keluarga Tak Yakin Bahrun Naim Otak Bom Sarinah

dok.timlo.net/daryono
Keluarga Bahrun Naim menggelar jumpa pers (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Keluarga terduga otak pengeboman di kawasan Sarinah, Jl Thamrin, Jakarta, Bahrun Naim, mengaku sudah lama tidak melakukan kontak dengan Bahrun Naim. Komunikasi terakhir keluarga dengan Bahrun Naim dilakukan melalui media sosial.

“Komunikasi terakhir lewat media sosial. Sudah lama, saya tidak ingat tahun berapa,” kata adik Bahrun Naim, Dahlan Zaim (26), saat jumpa pers dengan awak media, Sabtu (16/1) di sebuah rumah makan di Jl Hasanudin, Kecamatan Laweyan, Solo.

Saat diminta mengingat-ingat tahun berapa Bahrun melakukan kontak dengan keluarga, Dahlan lagi-lagi mengaku tidak ingat. Begitu pun ketika didesak media sosial apa yang digunakan untuk berkomunikasi waktu itu, Dahlan juga enggan menjawab.

Dahlan mengungkapkan, keluarga yang  tinggal di Sangkrah RT 01/RW 01 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, saat ini tidak mengetahui dimana keberadaan putra kedua mereka. Begitu juga dengan anak dan istri Bahrun, Dahlan mengaku juga tidak mengetahui keberadaan mereka.

“Kakak memang sempat pamit. Setelah itu pergi. Itu sudah lama sekali,” ujar anak terakhir dari empat bersaudara ini.

Di mata keluarga, Bahrun merupakan sosok yang baik dan peduli dengan adik-adiknya. Keluarga tidak yakin Bahrun menjadi otak bom Sarinah di Jakarta. Dalam hal perilaku, saat kontak terakhir, Bahrun juga tidak menunjukkan perilaku berbeda.

Terpisah, Lurah Sangkrah, Singgih Bagyono mengatakan, terakhir kali Bahrun mengurus surat keterangan boro di tahun 2010. Surat keterangan itu menerangkan Bahrun boro dari Kelurahan Sangkrah ke Kelurahan Pasar Kliwon. Setelah itu, sudah tidak terdengar lagi kabarnya.

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge