0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Penelanjangan Siswi SMP, Polisi Gagal Periksa RS

dok.timlo.net/agung widodo
Aksi triatikal bentuk kdprihatinan terhadap RS (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen —  RS (14), siswi kelas I SMP yang menjadi korban penelanjangan masih mengalami sok berat. Gara-gara itu petugas penyidik Polres Sragen yang sedianya akan memeriksa RS untuk dimintai keterangan terpaksa dibatalkan.

“Tadi rencananya memang mau dimintai keterangan sebagai saksi korban. Tapi baru tiga pertanyaan, korban drop. Kondisinya masih labil sehingga tadi akhirnya kami ajak pulang labi,” ungkap Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS), Sugiyarsi, usai mendampingi RS di Polres Sragen, Jumat (15/1).

Sugiyarsi datang ke Polres mendampingi RS untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB, bersama pegiat Perempuan dan Anak Sragen, Retno Malini dan psikolog dari Dinas Sosial Sragen, Dewi Novita.

Sebelumnya Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo menyatakan, dalam penanganan kasus RS ini pihaknya akan berlaku berimbang. Kasus pelecehan dan penelanjangan di mana RS sebagai korban telah diproses. Tiga orang pelaku, yaitu Sukamto (52) dan Wiji Lestari (37) serta Sukarno (47), adik Sukamto, sebagai tersangka.

Sebaliknya, kasus pencurian baju dan sandal jepit yang diduga dilakukan RS pun tetap akan diproses. Dalam kasus ini RS dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian.

“Tapi karena pelaku masih dibawah umur, nanti arahnya ke diversi, yaitu kita kembalikan ke orangtuanya untuk dilakukan pembinaan,” kata Kapolres.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge