0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pekan Pertama Sudah Dua Kasus, DBD di Solo Diprediksi Naik Hingga Mei

Dok.Timlo.net
Fogging untuk mencegah wabah DBD dan Chikungunya (Dok.Timlo.net)

Solo – Pekan pertama Januari 2016, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo sudah menemukan dua kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD diperkirakan akan terus naik hingga puncaknya pada Mei 2016. Masyarakat diminta lebih gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Laporan minggu pertama sudah ada dua kasus DBD di RW 09 dan 17, Kelurahan Mojosongo,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Solo, Evi Setyowati Pertiwi, kepada wartawan, Jum’at (15/1).

Menurut Evi, kasus-kasus DBD umumnya mulai muncul pada bulan Desember. Meskipun pada Desember lalu, DKK tidak menemukan adanya kasus DB. Jumlah kasus DBD diprediksi akan terus meningkat hingga puncak yang umumnya terjadi di bulan Mei.

“Harapannya kemarin ya pekan pertama Januari nol kasus. Ternyata sudah ada dua kasus. Makanya gerakan PSN kita gencarkan agar saat puncaknya tidak terlalu tinggi jumlah kasusnya. Besok kita awali dengan gerakan PSN bersama warga di RW 09 dan RW 17 itu,” beber dia.

Evi menerangkan, selama tahun 2015, jumlah kasus DBD sebanyak 471 kasus. Sembilan diantaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut naik dari kasus DBD di 2014 sebanyak 256 kasus dengan kematian sebanyak empat orang. Adapun di 2013, jumlah kasus DBD sebanyak 264 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Tahun ini, DKK berharap jumlah kasus DBD tidak lebih dari 30 kasus.

“Memang jauh kalau melihat 2015 sebanyak 471 kasus. Tetapi 2015 itu kan siklus lima tahunan. Di 2010, kita pernah berhasil hanya 30 kasus. Artinya kita pernah bisa. Makanya gerakan PSN kita gencarkan. Akhir tahun lalu, kami sudah lakukan sosialisasi hingga tingkat RW,” jelas dia.

Evi menambahkan, dari 51 kelurahan di Kota Bengawan, pihaknya menarget 50 persen kelurahan bebas dari DBD di tahun ini. Dua kelurahan yakni Mojosongo dan Kadipiro diakunya merupakan dua kelurahan terberat untuk sulit bebas dari DBD. Selain wilayahnya besar, di kedua kelurahan itu selama ini lebih sering muncul kasus DBD.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge