0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akik Fire Opal kembali Menggeliat

dok.timlo.net/tarmuji
FO Radies Orange asal Wonogiri dengan paset (cuting) super tembus juara IV di pameran Batu Akik di Semarang. (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Diakui, kini bisnis batu akik tak semoncer beberapa tahun lalu. Seperti di Wonogiri, banyak pengrajin maupun toko-toko yang dulunya menjual berbagai macam batu akik sudah gulung tikar.

Namun di Wonogiri masih ada sekelompok penggila batu akik yang eksis. Bahkan mereka mampu meraup jutaan rupiah dalam sekali sentuh melalui telepon seluler (Ponsel) androidnya.

“Iya, tapi hanya khusus Fire Opal (FO), batu lainnya sudah meredup tak diminati lagi,” ujar kolektor batu akik asal Baturetno, Hartoyo, Jumat (15/1).

Menurutnya, hanya batu akik jenis FO saja yang ia pasarkan. Dan bahkan tahun ini FO mulai menunjukkan geliatnya kembali. Diakui, beberapa waktu lalu, market FO mulai turun drastis. Tak seperti era 2013 hingga 2014, dimana saat-saat itu, FO menjadi trending topic di Indonesia.

“Memang sempat drop. Sama sekali tidak ada pemesan. Ya mungkin karena banyak kolektor akik sudah lengkap koleksi FO-nya,” ujarnya.

Namun demikian, penghujung 2015, ada tengara, FO kembali eksis di pasaran. Baik, pasar lokal maupun luar Wonogiri.Hal itu terbukti dengan melonjaknya kembali harga bahan baku dari petani atau penambang.

“Tapi itu khusus FO jenis Red Fanta, Radies Orange, FO hijau dan FO hijau botol, kalau lainnya masih biasa harganya. Untuk FO khusus tadi tergantung kualitasnya, kalau kualitasnya bagus, seukuran korek gas bisa dihargai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta,” terang bapak beranak dua ini.

Sedang saat ini, kata Hartoyo, pemasarannya masih menggunakan sistem online. Dia bersama rekan-rekannya sesama kolektor memajang dagangannya di dalam sosial media dengan Ponsel android yang mereka miliki. Ia juga mengatakan, kebanyakan pembeli berasal dari luar Wonogiri. Seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Sumatera dan Kalimantan.

“Ya modalnya percaya saja, kita kencan di Sosmed, kemudian kalau ada minat hubungan lewat telepon, deal baru barang kita kirim lewat paket kilat,” jelasnya.

Untuk ukuran dim 22 milimeter, FO Radies Orange dengan paset (cuting) super, Hartoyo menyebut mampu menjual dengan harga Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Bahkan, FO masih sejajar dengan FO asal Meksiko.

“Pekan lalu, FO Radies Orange ukuran 16 milimeter, saya ikutkan dalam kontes di pameran batu mulia di Semarang, hasilnya tembus juara IV. Dan sudah banyak tawaran dari pembeli, kemarin saja yang nawar Rp 5 Juta, tapi belum saya lepas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge