0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahok Menilai Aparat Terlalu Lunak

merdeka.com
Pengamanan pasca ledakan (merdeka.com)

Timlo.net – Penindakan terhadap pelaku terorisme di Indonesia dinilai masih terlalu lunak. Lunaknya penanganan dinilai Ahok terganjal oleh aturan Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain HAM, tidak ada tindakan terorisme apapun yang dihalalkan terlebih bila membawa nama agama.

“Justru kan sudah terlalu lunak ya, sudah tahu, tidak ditindak karena takut apa kata masyarakat, apalagi orang berlindung di balik agama. Seolah-olah dia kalau ditangkap kan seolah-olah dia rohani gitu loh,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jumat (15/1).

Seperti kejadian ledakan bom di Sarinah kemarin, lanjutnya, para pelaku teror ini masih mendapat penanganan yang dinilai cukup baik. Saat kedapatan membawa bom dan senjata, para pelaku masih dibawa ke pos polisi untuk diintrogasi.

“Lihat saja cara polisi nindak itu orang, sudah tahu orang bawa bom, curiga, bawa senjata, masih baik-bawa satpam giring baik-bawa ke pos polisi. Orang ini udah enggak bisa digiring, dia sudah bawa bom, bawa senjata, main digiring lagi kan, digiring juga polisi juga dengan baik hati,” jelasnya.

Mantan politisi Gerindra ini menyimpulkan bahwa cara aparat penegak hukum terhadap pelaku teror masih sangat lunak dan kooperatif. Seharusnya, lanjut Ahok, bila ada oknum yang sudah kedapatan mengancam keamanan warga, maka sebaiknya langsung ditembak mati.

“Kita terlalu lunak. Kita lihat orang itu takut. Kalau lihat orang mencurigakan, nanti lapor Komnas HAM lah, bilang melecehkanlah. Gue bilang persetan sama komnas HAM kalau belain begitu,” tandasnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge