0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aksi Teroris di Sarinah Termasuk ‘Aksi Gagal’

Ledakan di pos polisi Sarinah. ©merdeka.com/arie basuki (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Peristiwa peledakan dan penembakan di kawasan Sarinah, jl Thamrin, Jakarta Pusat Kamis (14/1) kemarin dinilai sebagai sisa-sisa rencana serangan ISIS di Indonesia. Sebab, aksi teror kemarin bisa dibilang meleset dari target.

Alih-alih memakan korban jiwa yang masif, korban tewas terbanyak justru datang dari pelaku teror. Dari 7 korban tewas, 5 di antaranya pelaku dan 2 adalah warga.

Oleh karenanya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan, teror di Sarinah tidak bisa disamakan dengan teror di Paris yang memakan lebih dari 150 korban tewas.

“Kalian harus fair membandingkan apa yang terjadi di Amerika dan di Prancis, berapa hari mereka (pelaku) baru ditemukan, ini lima-limanya mati semua, itu adalah kecepatan aparat,” ujar Sutiyoso.

“Bertindak dan serangan itu juga sangat tidak imbang, kalau mereka lima mati, kita kehilangan 2, 1 orang asing 1 orang indonesia. Bandingkan dengan serangan di Prancis, mereka 7, yang mati ratusan. Di Amerika, serangan di Turki, berapa yang mati,” imbuhnya.

Target teror ISIS yang meleset ini tak lepas dari aksi aparat kepolisian, khususnya Densus 88 Antiteror, yang sudah melecuti kekuatan kelompok teror itu pada Desember 2015 lalu. Satu per satu teroris ISIS, yang berencana membuat konser pergantian tahun, ditangkapi di sejumlah wilayah.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pada 18-20 Desember yang lalu, Densus menangkap 9 orang teroris.

“Mereka eks (mantan) Jemaah Islamiyah. Mereka sekarang berkaitan dan berkorelasi dengan ISIS,” kata Badrodin.

Badrodin memaparkan, teroris tersebut ditangkap di lima wilayah berbeda di Indonesia, yaitu, Pekanbaru (Provinsi Riau), Tasikmalaya (Jawa Barat), Mojokerto (Jawa Timur), Gresik (Jawa Timur), dan Cilacap (Jawa Tengah). Dari penangkapan tersebut, pihaknya menemukan sejumlah bahan peledak untuk aksi teror pada bulan Desember 2015.

“Inisialnya R, YS yang Pekanbaru, AR dan ZA di Tasikmalaya, MKA, TP, IM di Mojokerto, JA di Gersik, AK alias AJ Jawa Tengah di Cilacap. Kita lakukan penggeledahan ditemukan bahan-bahan peledak yang belum dirakit,” ucap Badrodin.

Penangkapan teroris yang dilakukan Densus tersebut belum termasuk yang dilakukan di Bekasi pada 23 Desember 2015 silam dan di Bandung pada 12 Januari lalu.

Di Bekasi, Densus membekuk Abu Mushab. Sedangkan di Bandung, pasukan antiteror menangkap U alias Said. Pria berusia 21 tahun ini berstatus mahasiswa.

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika tidak ada penangkapan pelaku teror menjelang Tahun Baru 2016. Tanpa ada penangkapan, bukan tidak mungkin ‘konser’ ISIS sukses dilakukan di malam pergantian Tahun 2016. Entah berapa banyak korban jiwa jika teror pada pesta malam itu terjadi.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge