0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perusahaan Ini Rancang Boneka Anak Khusus Untuk Pedofil

Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk
Boneka. (Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk)

Timlo.net—Sebuah perusahaan memproduksi boneka seks khusus untuk para pedofil untuk mengontrol dorongan seksual mereka. Dan sang pendiri perusahaan itu berkata jika boneka, yang sangat mirip dengan anak perempuan ini juga bisa dijadikan senjata yang berharga dalam melawan pelecehan terhadap anak-anak.

Sang pendiri, Shin Takagi, mendirikan Trottla, sebuah perusahaan yang memproduksi boneka yang menyerupai para gadis berbagai usia dengan usia termuda 5 tahun. Tentunya adanya boneka ini menimbulkan kemarahan masyarakat.

Seorang pengguna internet Macdaddypastyman berkata: “Tentunya hal ini tidak sehat dan bukanlah sebuah langkah besar bagi beberapa orang sakit ini untuk mulai mempraktekkan kebiasaan mereka dari boneka kepada anak-anak.”

Di Twitter, Omnipotent I Am berkomentar: “Pada dasarnya kita mengatakan tidak masalah karena itu sebuah boneka, apa yang terjadi jika mereka ingin seorang anak sungguhan?”

Pengguna lain bernama Koko menambahkan: “Perilaku seperti ini seharusnya tidak didorong atau ditolong. Orang-orang yang tertarik secara seksual terhadap anak-anak adalah orang sakit.”

Perusahaan itu ternyata sudah beroperasi selama 10 tahun dan memiliki klien dari seluruh dunia. Tapi Takagi berkata jika boneka ini adalah alat untuk orang-orang yang seperti dirinya, berjuang dengan ketertarikan seksual terhadap anak-anak.

“Kita harus menerima fakta jika tidak ada cara untuk mengubah kecenderungan seksual seseorang. Saya menolong orang mengekspresikan hasrat mereka secara legal dan etis. Hidup tidak berarti jika Anda harus hidup dengan dorongan yang ditekan,” kata Takagi.

Sebenarnya ada beberapa perawatan yang ditujukan untuk pedofil, termasuk terapi cognitive-behavioural dan kebiri secara kimia bersama cara lain untuk menekan dorongan. Tapi sekalipun digunakan secara luas, analisa yang dilakukan oleh the Mayo Clinic menyimpulkan perawatan seperti ini tidak mengubah kecenderungan dasar seksual para pedofil terhadap anak-anak.

Menurut Takagi, boneka-bonekanya menyelamatkan anak-anak dari pelecehan dan para kliennya—kebanyakan para pria yang hidup sendirian, menulis ucapan terima kasih untuk bonekanya.

“Saya sering menerima surat dari para pembeli. Surat-surat itu berisi tulisan, ‘Terima kasih untuk boneka-boneka Anda, saya bisa menahan diri untuk tidak melakukan kejahatan,” aku Takagi.

Dia berkata kepada The Atlantic jika para koresponden itu termasuk para dokter, guru sekolah dan bahkan selebritis. Michael Seto, seorang psikolog dan seksolog dari University of Toronto, Kanada, berkata jika ada dua jenis pedofil.

“Bagi beberapa orang, akses kepada pornografi anak atau boneka seks berbentuk anak-anak bisa lebih aman untuk menyalurkan dorongan mereka, mengurangi kemungkinan mereka melampiaskannya pada anak-anak. Untuk yang lain, dua pengganti ini justru akan memperbesar rasa frustasi mereka,” kata Michael.

 

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge