0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Sepak Bola Popda Solo Butuh Jam Terbang

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
(Ilustrasi) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Tim sepak bola SMA Kota Solo mulai rutin menggembleng para pemainnya untuk menghadapi gelaran Pekan Olahraga Daerah (Popda) Zona Karesidenan Surakarta, bulan Maret mendatang. Seperti digelarnya uji coba antara Popda Kota Solo melawan Akademi Persepon Ponorogo, di Stadion Sriwedari, Kamis (14/1) sore kemarin.

Dalam pertandingan selama satu babak alias 45 menit, anak asuh Guntoro Tri Prasetyo ini harus menyerah tiga gol tanpa balas. Tiga gol tim asal Kota Reog itu diceploskan Bilal. Guntoro pun mengakui kekalahan timnya, karena kalah jam terbang.

“Baru empat kali pertemuan atau sekitar dalam waktu satu pekan tim ini dikumpulkan. Wajar kalau tim ini belum maksimal. Saat ini tim Popda SMA Solo sudah ada 16 pemain, dan terus kami lakukan seleksi tambal sulam,” ujar pria yang merupakan adik kandung caretaker Persis Solo, Agung Setyobudi ini, kemarin.

Diakuinya, pos lini belakang cukup mengkhawatirkan karena terlalu mudah ditembus lawan. Terbukti tiga gol dari Ponorogo kemarin menurutnya karena kesalahan lini belakang yang selalu ada lubang, ketika mendapatkan serangan balik.

Namun demikian, masih ada waktu untuk membenahi anak didiknya. Apalagi pihak Disdikpora Kota Solo belum membebani target tinggi untuk sepak bola SMA Kota Solo di Popda nanti. Sementara tahun lalu, tim SMA Kota Bengawan harus terhenti di babak penyisihan zona regional dengan format home tournament ini.

“Popda digelar Maret, masih ada waktu efektif satu bulan lebih. Kami harus memaksimalkan waktu dengan baik terutama semakin sering beruji coba, karena tim ini selalu latihan bersama dengan Persis Muda. Selain itu kami juga segera mencari pemain-pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim,” tandas Guntoro yang juga merupakan asisten Puslat Persis Muda ini.

Beberapa pemain di Popda Solo berasal dari skuad Persis Muda. Diantaranya Diego (kiper), Ari (kiper), M Husein (bek kiri), Abi (sayap kiri), Bayu (gelandang) dan Donia (gelandang). Sementara sisanya akan diisi melalui seleksi dari siswa SMA di Kota Solo untuk kelahiran tahun 1999.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge