0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Mucikari, Dua Perempuan Ini Ditangkap

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sering tawarkan layanan esek-esek ke sejumlah tamu hotel, Lany (34) asal Jember dan Lenny Yunita (26), warga Surabaya, terpaksa berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Tak hanya Lany dan Lenny yang diamankan, anak buah dua pelaku, yaitu LL (26) digiring ke kantor polisi.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengatakan, antara korban (PSK) dan tersangka Lenny sudah saling kenal dan sering bekerja sama. Tapi, hanya mengakui baru dua kali, menekuni bisnis esek-eseknya di Surabaya.

Antara LL dan Lenny, mulai saling kenal sejak Mei 2015 lalu melalui jejaring sosial Facebook.

“Mereka sudah saling kenal sebelumnya. Kemudian tersangka LA (Lany) menerima pesanan dari tamu hotel untuk dicarikan perempuan. Selanjutnya, LA menghubungi LY (Lenny),” terang Lily di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (14/1).

Sebagai tanda jadi dari si tamu, lanjut Lily, tersangka Lany menerima uang transfer Rp 200 ribu, dan si pria hidung belang, tetap menunggu di hotel yang ada di kawasan Darmokali, Surabaya.

“Kemudian tersangka LY, mengantarkan korban (LL) ke hotel tempat si pria hidung belang menginap. Dari pengakuan korban, dia memasang tarif Rp 1,5 juta, dengan bagi hasil 70 persen untuk korban, dan 30 persennya untuk dua tersangka,” sambungnya.

Sementara Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yenny mengatakan, bisnis esek-esek yang ditekuni dua tersangka dan korban, bukan yang kali pertama.

“Ini bukan yang pertama. Paling tidak mereka sudah dua kali bertransaksi dengan pelanggannya. Di transaksi terakhir itu, mereka berhasil kita amankan,” sahut Yenny.

Bersama para tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya; uang tunai Rp 700 ribu, tujuh buah alat kontrasepsi dan satu lembar bill hotel.

”Antara korban dan tersangka LY kali pertama kenal melalui iklan di FB, kemudian saling kontak via telepon. Selanjutnya mereka bekerja sama untuk mencari pelanggan,” lanjutnya.

Sementara tersangka Lenny mengaku, awal perkenalannya dengan LL, adalah di bulan Mei.

“Kemudian bulan November kemarin dapat pelanggan. Waktu itu Rp 1 juta. Kemudian yang kemarin (saat ditangkap polisi) Rp 1,5 juta. Jadi baru dua kali ini,” aku Lenny.

Selanjutnya, para tersangka akan dijerat Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21, Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 600 juta. Selain itu, para tersangka juga dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP tentang bisnis prostitusi.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge