0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paska Bom Sarinah, Polisi Tidak Boleh Bertugas Sendirian

dok.timlo.net/putra kurniawan
Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Jauh sebelum peristiwa serangan teroris yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa di Jalan Tamrin, Jakarta, Polres Sukoharjo sudah mengingkatkan kewaspadaan. Selain itu, petugas yang berada di lapangan diwajibkan tidak melakukan kegiatan sendirian.

“Seperti yang kita lihat, salah satu sasaran teroris adalah petugas dari kepolisian yang sedang bertugas, maka dari itu pengamanan markas maupun personel di lapangan tetap kita tingkatkan kewaspadaannya,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, Kamis (14/1).

Sedangkan untuk petugas yang bertugas di luar, seperti mengatur lalulintas dan melakukan penjagaan, diminta untuk tidak sendirian. Pada saat bertugas mereka harus didampingi anggota lain yang bersenjata untuk meminimalisir adanya serangan kepada aparat kepolisian.

Meskipun salah satu target dari serangan teroris adalah anggota aparat kepolisian, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya. Namun pola yang digunakan pasca terjadinya aksi teror di Jakarta ini, dilakukan dengan cara yang berbeda untuk melindungi petugas.

“Kita fungsinya pelayanan, kita membantu masyarakat dalam menjaga keamanan dan kamseltartibcarlantas jadi tetap dilaksanakan seperti biasanya, hanya saja polanya kita laksanakan body system,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge