0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Koperasi di Pasar Tradisonal Solo Minim

timlo.net/heru
pasar gede (timlo.net/heru)

Solo – Jumlah koperasi di pasar tradisional di Solo masih minim. Dari 44 pasar tradisional di Kota Bengawan, hanya sekitar 10 pasar yang koperasinya sudah terbentuk. Minimnya koperasi dikhawatirkan memicu pedagang terjerat rentenir.

“Dari 44 pasar, tidak lebih dari 10 pasar yang sudah ada koperasinya. Alasannya beragam mulai dari ribetnya persyaratan pendirian koperasi hingga minimnya kesadaran pedagang,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo kepada wartawan, Kamis (14/1).

Menurut Subagiyo, dengan tidak adanya koperasi di pasar dapat menyebabkan pedagang menjadi mangsa bank plecit. Mengingat banyak rentenir atau bank plecit menjadikan pasar sebagai sasaran beroperasi. Selama ini, daripada mendirikan koperasi, pedagang lebih memilih arisan dengan komunitas yang ada di pasar.

Subagiyo menjelaskan, pasar-pasar yang sudah memiliki koperasi berbadan hukum diantaranya Pasar Cinderamata, Pasar Notoharjo, Pasar Klewer, Pasar Gede dan Pasar Nongko. Sementara pasar-pasar lainnya sebagian telah memiliki koperasi namun belum berbadan hukum, serta tak memiliki koperasi apapun.

Meski masih menemui hambatan, lanjut Subagiyo, DPP terus mendorong pedagang pasar agar pedagang pasar berminat mendirikan koperasi. Langkah yang dilakukan antaralain dengan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop dan UMKM) Solo.

“Jika sudah ada koperasi, Pemkot bisa masuk dengan memberikan bantuan pelatihan bagi anggota koperasi. Harapannya, kesenjangan ekonomi bisa ditekan dan kesejahteraan merata,” ungkap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge