0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Pekan, Empat Korban DBD Meninggal Dunia

Fogging, pengasapan kasus demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Jumlah korban demam berdarah DBD di Boyolali bertambah. Dalam dua pekan, empat penderita DBD meninggal dunia. Keempat korban yang meninggal adalah anak-anak. Sementara untuk jumlah kasus DBD saat ini mencapai delapan kasus.

“Korban bertambah dan semuanya masih anak-anak,” kata Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Ahmad Muzayin, Kamis (14/01).

Data di Dinas Kesehatan Boyolali, empat korban DBD yang meninggal dunia, Ana Nur Fatimah, warga Gumukrejo Kecamatan Teras dan Syafa Dwi Saputra, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Umi Khasanah (6), warga Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, dan Wahyu Aziz Saputra (11), warga Dukuh Bedongan, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak.

Bertambahnya jumlah korban DBD yang meninggal, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada dan mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan foging disejumlah wilayah yang terdapat kasus demam berdarah.

“Kita terus lakukan foging, sebagai upaya untuk membasmi nyamuk aides aigypt,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah penderita DBD yang masuk ke RSUD Pandanaran juga mengalami peningkatan. Hampir setiap hari selalu ada anak yang masuk terkena DBD. Tercatat ada 12 penderita DBD yang saat ini dirawat di bangsal anak.

Menurut dokter anak RSUD Pandanaran, Noor Alifah, pasien yang masuk rata-rata sudah face berat atau kritis. Sementara rentang usia yang paling rawan menderita DBD hingga fase kritis adalah anak di usia 3 sampai 5 tahun.

“Anak dibawah 5 tahun daya tahan tubuhnya sangat lemah, sehingga bila terlambat ditanggani bisa mengakibatkan kematian,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge