0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Al Qaidah Sudah Memprediksi Ada Bom di Indonesia?

merdeka.com
(merdeka.com)

Timlo.net – Ledakan dan penembakan terjadi di pos polisi Sarinah, jl. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1). Sebenarnya, pemimpin kelompok militan Al Qaidah, Ayman al Zawahiri, sudah memberi pesan akan ada aksi terorisme di Indonesia.

Pesan berupa tiga rekaman suara dan naskah pidato sepanjang tujuh halaman itu menunjukkan kemungkinan Indonesia akan diserang. Pesan itu terdapat dalam rekaman suara kedua yang berjudul ‘Musim Semi Islam Asia Tenggara’.

Zawahiri mengatakan generasi baru mujahidin telah bangkit di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dia mengatakan mereka dalam waktu dekat segera berjuang menegakkan agama, mengikuti jejak mujahidin lain di seluruh dunia.

Pesan-pesan Zawahiri ini disebar oleh organisasi as Sahab, seperti dilansir ulang longwarjournal.org, Kamis (14/1). Dalam rekaman pesannya yang mengingatkan kemungkinan serangan ke Asia Tenggara, sang pemimpin Al Qaidah ini menyajikan cuplikan wawancara lama terpidana mati bom Bali, Amrozi, serta khotbah Abu Bakar Ba’asyir.

Awal Desember lalu, intelijen sebetulnya sudah mengabarkan besarnya risiko Jakarta diserang aktivitas terorisme. Kedubes Prancis yang pertama kali diamankan. Berikutnya Kedutaan Rusia memberi travel warning pada warganya yang berniat berkunjung ke Indonesia.

Lalu, pada 18-19 Desember 2015, Intelijen Australia memberi info kepada Detasemen Khusus 88 Polri soal keberadaan pelaku teror. Polisi mencokok sembilan tersangka pelaku teror yang diduga terkait ISIS di Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Gresik, dan Mojokerto.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge