0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Makan Kentang Selama Kehamilan Perbesar Resiko Diabetes

Kentang goreng (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Penelitian mengungkapkan jika wanita yang sering makan kentang bisa terkena diabetes tipe 2 saat mereka hamil. Para peneliti menyarankan untuk mengganti kentang dengan sayuran lain seperti kacang, buncis dan biji-bijian untuk mengurangi resiko.

Para peneliti menganalisa jumlah total konsumsi kentang termasuk yang dipanggang, direbus, digoreng dan dihaluskan pada 15.000 wanita yang kemudian hamil dalam periode 10 tahun. Satu saji terdiri dari satu kentang panggang atau rebus, 237 ml kentang yang dihaluskan atau 113 g kentang goreng. Bahkan mengkonsumsi satu saji kentang per minggu bisa meningkatkan resiko diabetes hingga 20%. Mereka yang makan lima saji per minggu mengalami kenaikan resiko 50%.

“Walau kentang kaya vitamin C, potasium, serat dan beberapa fitokimia, tidak seperti sayuran lainnya tapi kentang bisa memiliki efek merugikan pada metabolisme glukosa karena mengandung pati yang bisa diserap dalam jumlah yang besar,” kata para peneliti seperti dilansir dari Times of India.

Saat para wanita itu mengganti dua saji kentang per minggu dengan sayuran lain seperti buncis, dan kacang serta biji-bijian lain, resiko mereka menurun 9 hingga 12%. Para ahli berkata konsumsi kentang yang tinggi sebelum kehamilan bisa meningkatkan resiko terkena diabetes. Konsumsi kentang yang tinggi dihubungkan dengan resistansi insulin dan peningkatan resiko diabetes tipe 2.

Peneliti lain, Emily Burns mengatakan, “Penelitian ini tidak membuktikan jika makan kentang sebelum kehamilan akan meningkatkan resiko wanita terkena diabetes gestasional, tapi menekankan adanya hubungan potensial di antara keduanya. Akan tetapi, para peneliti mengakui jika hasil penelitian mereka perlu diteliti lebih jauh dalam setting uji coba terkontrol sebelum kita tahu lebih banyak. Apa yang kami tahu adalah jika wanita bisa mengurangi resiko terkena diabetes gestasional secara signifikan dengan mengatur berat badan lewat makan makanan yang sehat dan seimbang dan tetap aktif.”

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge