0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wapres akan Jadi Saksi, Pengamanan Pengadilan Tipikor Diperketat

dok.merdeka.com
Pengadilan Tipikor (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan akan menjadi saksi meringankan untuk terdakwa mantan menteri ESDM, Jero Wacik, dalam sidang lanjutan kasus korupsi Dana Operasional Menteri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). Jusuf Kalla dijadwalkan akan tiba di Pengadilan Tipikor sekitar pukul 10.00 WIB.

Pantauan Merdeka.com, apel pengamanan baru selesai dilakukan oleh ratusan TNI dari Paspampres dan organik menjelang kehadiran Jusuf Kalla. Usai melakukan apel pengamanan, nampak sejumlah anggota Paspampres dan TNI menyusuri setiap gedung pengadilan untuk memastikan keamanan menjelang kesaksian politikus Golkar itu.

Alat metal detector pun telah dipasang Paspampres di pintu masuk gedung Tipikor. Nampak pula tim gegana dan pasukan angkatan bersenjata rutin melakukan sterilisasi. Di area samping pengadilan pun terlihat sudah terparkir mobil penjinak bom. Namun untuk lalu lintas di sekitar pengadilan belum nampak kemacetan.

Wapres Jusuf Kalla sendiri dipastikan hadir dalam sidang hari ini. Menurut juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, kehadiran Jusuf Kalla sekaligus mmeberikan arah penggunaan dana operasional menteri itu seperti apa.

“Kalau pun hadir sebagai pencerahan, memberikan arah penggunaan DOM ini seperti apa,” kata Husain kepada wartawan di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (13/1).

Dalam kasus korupsi DOM ESDM, Jero Wacik menerima tiga dakwaan. Pertama, Jero dinilai menyelewengkan Dana Operasional Menteri untuk keperluan pribadi dan keluarga. Dalam sidang terungkap DOM sebesar Rp 8,4 miliar digunakan Jero untuk diri sendiri dan keluarga. Korupsi DOM tersebut dilakukan Jero saat menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan saat ia menjadi Menteri ESDM.

Dalam dakwaan kedua, Jero menerima hadiah karena jabatannya selama menjabat sebagai Menteri ESDM pada November 2011 hingga Juli 2013. Jero menerima uang untuk keperluan pribadinya sebesar Rp 10,38 miliar.

Terakhir, Jero didakwa menerima hadiah untuk membiayai ulang tahunnya sendiri pada 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa. Biaya perayaan ulang tahun Jero sebesar Rp 349 juta. Biaya tersebut dibayar oleh Komisaris Utama PT Trinergi Mandiri Internasional Herman Arief Kusumo. Atas dakwaan tersebut, Jero terancam pidana sesuai Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge