0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hamil 4 Bulan, Ibu ini Tinggalkan Suami, lalu Gabung Gafatar

Anggota Gafatar (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Seorang ibu rumah tangga yang tengah mengandung empat bulan, Asri Pertiwi (28) meninggalkan rumah sejak 28 Desember 2015 lalu. Diduga, dia bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan. Ironisnya, Asri juga membawa dua anaknya yang masih kecil.

Suami Asri, Irvan Mardianto (38), menuturkan, bahwa istrinya sudah bergabung dengan gerakan yang belakangan ramai diperbincangkan tersebut sejak 2014 silam melalui perkenalan di situs jejaring sosial Facebook.

“Saya enggak tahu kantornya di mana. Tapi, anggotanya sering datang ke rumah,” katanya saat ditemui di tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya di Jalan Dasa Dharma Raya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (13/1) siang.

Setiap datang, Irvan mengaku tak tahu apa yang sedang dibahas. Namun, ia sering melihat kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan sosial. Karena itu, dirinya tak melarang aktivitas istrinya tersebut.

“Istri saya pecinta lingkungan dan Gafatar sering mengadakan acara seperti itu,” ujarnya.

Setahun berjalan, ia mulai merasakan ada kejanggalan. Istrinya mulai jarang menunaikan ibadah shalat lima waktu dan menghabiskan seluruh waktunya untuk kegiatan di kelompok itu. Bahkan, Asri, kata dia, pernah berkata bahwa tak usah bekerja lebih baik bergabung dengan Gafatar.

Karena ada yang aneh, Irvan lalu meminta Asri untuk keluar dari kelompok itu. Tapi istrinya menolak dan tetap berkumpul dengan anggota di kelompok tersebut. Bahkan Asri nekat meninggalkan Irvan, hanya untuk bergabung dengan kelompok Gafatar.

“Istri pergi bersama dua anak dan meninggalkan saya di sini tanpa kabar,” katanya.

Menurut dia, awalnya Asri minta diantar ke rumah rekannya bernama Sherly (29) di daerah Grand Wisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat pergi, kata dia, istrinya membawa bekal pakaian, alasannya untuk ganti sore.

“Ketika saya jemput, ternyata dia sudah pergi. Temannya juga sempat melarang, namun diabaikan,” katanya.

Sehari kemudian, istrinya memberi kabar lewat SMS, dan memberitahukan bahwa sedang ada di Singkawang, Kalimantan bersama kelompoknya. Lantaran panik, Irvan pun melaporkannya ke Polresta Bekasi.

“Setiap ditelepon tidak pernah dijawab, saya suruh pulang dia tetap nggak mau,” katanya. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge