0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Yang Membuat Gafatar Dinyatakan Sesat

dok.merdeka.com
Gafatar ©2016 gafatar.org (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tim Pakem Pusat Kejaksaan Agung menyatakan jika cikal bakal Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berawal dari ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Aliran ini merupakan aliran kepercayaan di Indonesia yang melakukan sinkretisme (penggabungan) antara ajaran Al-quran, Alkitab Injil dan Yahudi serta Wahyu yang diakui turun kepada pimpinannya.

“Awalnya berasal dari aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah,” terang Jaksa Mudan Intelijen Adi Toegarisman di Kejaksaan Agung, Rabu (13/1).

Aliran ini dipimpin Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Musadek alias Abdusalam yang menyatakan diri sebagai nabi atau mesias. Ahmad mengaku menerima wahyu, namun bukan berupa kitab tetapi pemahaman yang benar dan aplikatif mengenai ayat-ayat Al-quran yang menurutnya telah disimpangkan sepanjang sejarah.

Pada 2007 MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah sebagai aliran sesat karena menyimpang dari Islam dan melakukan sinkretisme agama. Setelahnya, pada tahun 2008 PN Jakarta Selatan memvonis Ahmad Moshaddeq empat tahun penjara dipotong masa tahanan dengan pasal penodaan agama.

Meski pernah menyatakan diri bertobat, namun yang bersangkutan saat ini diketahui masih tetap menjalankan dan menyebarkan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah dengan menggunakan nama lain yaitu Milah Abraham yang berubah menjadi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang masih aktif di beberapa wilayah di Indonesia.

“Dalam perkembangannya, Gafatar berubah nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam,” ungkap Adi.

Bentuk penyimpangan ajaran Gafatar, tidak menjalankan salat 5 waktu, tidak wajib puasa Ramadan, syahadat berbeda dan yang bukan kelompok mereka dianggap kafir.

Dalam kegiatannya sehari-hari, Gafatar berkedok melakukan aksi sosial seperti donor darah, sunatan masal, aksi bersih lingkungan dan memberi modal sehingga keberadaannya diakui masyarakat.

Saat ini Gafatar dipimpin oleh Mahful M Tumanurung dan sudah memiliki perwakilan di 34 DPD yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Tak hanya itu, gerakan Gafatar diketahui meluas sampai ke daerah-daerah terpencil dengan aksi sosial yang sama untuk menarik simpati masyarakat. Hasilnya, banyak yang bersimpati dan memilih bergabung dengan gerakan ini.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge