0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kulit Ikan Nila Disulap Jadi Rupiah

timlo.net/tarmuji
Marino memamerkan Dompet Kulit Ikan Nila hasil karyanya (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Warga Dusun Bendorejo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri mengolah kulit ikan nila menjadi sebuah kerajinan dengan nilai jual tinggi. Selama ini, banyak kulit nila yang tidak terpakai dan terbuang sia-sia.

“Sebenarnya masih banyak potensi dari ikan yang belum digarap. Selama ini belum terpikirkan oleh warga lain,” ungkap perajin dompet ini, Marino, Rabu (13/1).

Menurutnya, ikan hasil tangkapan nelayan WGM sebagian besar masih dimanfaatkan secara konvensional. Yakni dijadikan ikan bakar, ikan goreng, maupun dijadikan bothok.

“Kulit ikan nila ini bisa disulap menjadi barang non kuliner, semisal dompet kulit, ” ujarnya.

Dikatakan, baru sebagian kecil warga yang mulai memanfaatkannya menjadi olahan bernilai jual tinggi, semisal abon nila, atau keripik kulit ikan. Ia pun bersama rekannya di Jogja yang sudah memiliki usaha kerajinan kulit, mencoba usaha dompet kulit berbahan kulit ikan nila.

“Dulu, awalnya saya hanya membuat abon, dan keripik. Nah, sayang kan kalau lembaran kulit ikan itu dibuang begitu saja, “jelasnya.

Marino pun menambahkan, saat ini dia telah membuka gerai kerajinannya di pintu masuk kawasan Karamba Jala Apung (KJA) WGM. Diakuinya, proses pembuatan dompet kulit ikan ini memakan waktu cukup lama. Namun kualitasnya tak kalah dengan kerajinan kulit lainnya. Akan tetapi, proses pembuatan dompet kulit ikan ini bukan di Wonogiri melainkan di Jogja. Dia beralasan, perajin di Wonogiri belum menemukan perajin yang bisa diandalkan.

“Dompet kulit nila, ukurannya beragam, dari yang kecil seharga Rp 100 ribu, hingga besar Rp 200 ribu. Sebagai variasi, ada pula dompet wadah STNK yang sekaligus gantungan kunci kendaraan bermotor,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge