0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Kelar, Kusrin Kembali Berkarya

timlo.net/nanang rahadian
Bengkel kerja milik Muhammad Khusrin (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Bagi Muhammad Kusrin (42) tidak ada kata patah semangat dalam kamus hidupnya. Pria lulusan SD yang terjerat kasus hukum gara-gara memproduksi televisi itu kembali bangkit setelah kasus yang menjeratnya rampung. Bahkan sejumlah varian baru telah muncul dari rumah sekaligus bengkelnya di Dusun Wonosari RT 02/RW III Desa Jatikuwung Kecamatan Gondangrejo.

Yang dimusnahkan itu (116 TV) hanya 25 persen dari total yang disita polisi. Saya masih beruntung 75 persen sisanya dikembalikan setelah kasusnya rampung,” katanya.

Kusrin mengaku aktivitas di bengkel kerjanya berangsur normal, namun Kusrin merasakannya tak seperti dulu sebelum gudangnya digerebek polisi pada Maret 2015 silam. Kehabisan modal menjadi alasan utama pria ini tak mau menyetok dulu, tapi hanya membuat berdasar pesanan toko.

“Modal terbatas, jadi ya nurut pesenan toko saja, cari aman dulu,” kata pria dua anak yang mendapat dukungan netizen tersebut.

Kusrin mengatakan, ia mengambil hikmah luar biasa dari problem hukum tersebut. Pahit getir selama 10 bulan menjalani persidangan memberinya segudang pengalaman berurusan dengan pihak berwajib.

“Habis banyak juga. Apa memang harus seperti ini untuk memperoleh SNI?” katanya seraya menyebut dirinya telah mengeluarkan uang banyak untuk mengurus kasus dan memperoleh ijin SNI.

Sebagaimana diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar menjatuhkan vonis 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun serta denda Rp 2,5 juta kepada Muhammad Kusrin karena terbukti melanggar pasal 120 (1) jo pasal 53 (1) hurub b UURI no 3/2014 tentang Perindustrian. Poin penting kasus ini pada status SNI yang belum dikantongi produk rakitan tersebut.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge