0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemanfaatan Ndalem Joyokusuman Harus Melalui Kajian

Ndalem Joyokusuman di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo (dok.timlo.net)

Solo — Pemanfaatan Ndalem Joyokusuman yang terletak di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo harus melalui kajian dengan pihak-pihak terkait. Mengingat, bangunan seluas 8.253 meter persegi tersebut akan segera diserahkan ke tangan Pemkot Solo.

“Kalau Pemkot ingin menggunakan sebagai sanggar budaya atau apapun yang berkaitan dengan masyarakat bisa saja. Tapi, harus melalui kajian dengan pihak terkait supaya nantinya bisa diketahui apa yang dibutuhkan Kota Solo saat ini,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, Rabu (13/1) siang.

Rumah bekas Kepala Bulog, Widjanarko Puspoyo ini dinilai, dapat dipergunakan sebagai pengganti kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo jika sewaktu-waktu kantor yang berada di kawasan Sriwedari tersebut dieksekusi paksa oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Solo. Meski begitu, pihak legeslatif menyerahkan kewenangan sepenuhnya pemanfaatan rumah peninggalan Pakubuwono (PB) X itu kepada Pemkot.

“Apapun bisa, namun harus ada kajian terlebih dahulu. Baik secara historis maupun sosiologis,” terang Supriyanto.

Pantauan di lapangan, kondisi rumah yang dibeli pejabat bulog Widjanarko Puspoyo tahun 2004 ini memang tidak terawat. Meski dari bagian depan terlihat baik-baik saja. Namun, saatt memasuki bagian tengah terlihat kerusakan bangunan. Atap dibagian tengah bangunan yang disebut Ndalem Ageng terlihat ambrol. Sirap yang terbuat dari kayu juga nampak rusak.

Untuk diketahui, Ndalem Joyokusuman disita tahun 2008 oleh Kejagung sebagai barang bukti kasus korupsi pimpinan Bulog Widjanarko Puspoyo. Sejak saat itu, rumah tersebut mangkrak lantaran tidak dihuni.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge