0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Penipuan CPNS Hadirkan Saksi dari Kemenag

dok.timlo.net/agung widodo
Sidang penipuan CPNS dengan terdakwa Abu Faiz (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen memeriksa 3 saksi dalam sidang lanjutan kasus penipuan CPNS yang dilakukan Sarwanto alias Abu Faiz (40), warga Krandan RT 02, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten. Agenda pemeriksaan dalam sidang kali ini masih mendengar keterangan saksi terkait penipuan CPNS yang dilakukan terdakwa.

“Tahun 2011 memang Kemenag ada rekruitmen CPNS. Setelah itu tidak ada lagi rekruitmen sampai sekarang,” kata saksi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Muhammad Rifai, Rabu (13/1)

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Agung Nugroho itu, Rifai menjelaskan, bahwa untuk bisa mengikuti seleksi CPNS di Kemenag, harus mengajukan lamaran secara tertulis dan memenuhi syarat-syarat standar yang telah ditentukan oleh Kemenag Pusat. Rifai juga mengungkapkan, saat dibuka rekruitmen tahun 2011 lalu, tidak terdapat nama Joko Triyono (30).

Joko Triyono adalah adik dari Purwanto (33), warga Desa Pungsari RT 7, Kecamatan Plupuh, yang menjadi saksi dalam sidang sebelumnya. Purwanto merupakan saksi korban yang telah menyetor uang sebanyak Rp 144 juta kepada terdakwa, dengan harapan Joko Triyono bisa diterima sebagai CPNS pada Kemenag Sragen.

Sebelum memeriksa Muhammad Rifai, majelis hakim terlebih dahulu memeriksa Joko Triyono untuk didengar keterangannya. Saksi lain yang diperiksa adalah Lilis Istiqomah, seorang Kepala Sekolah Kelompok Bermain di bawah Pondok Pesantren Hidayatullah, yang dipimpin terdakwa, Abu Faiz.

Sementara terdakwa, saat diminta majelis hakim menanggapi keterangan ketiga saksi kembali menolak kalau dirinya mengaku sebagai Ketua FPI Sragen. “Keterangan saya sama dengan sebelumnya, beliau (Joko Triyono, Red) tahunya saya ini Ketua FPI. Tapi saya tidak pernah mengatakan itu,” katanya.

Sidang selanjutnya bakal digelar pada Rabu (19/1) mendatang untuk mendengarkan keterangan terdakwa.

“Nanti dalam keterangan terdakwa ini akan diketahui, uang yang diminta terdakwa dari saksi korban ini digunakan untuk apa saja, kemana larinya nanti bisa diketahui,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hanung Widyatmaka kepada wartawan usai sidang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge