0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Solusi Ancaman Bendungan Sipendok

Empat air terjun di Bendungan Sipendok hilang tertutup material longsoran (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembangunan konstruksi bendungan Sipendok sangat tidak memungkinkan. Menyusul medan ke lokasi sangat sulit. Salah satu solusinya adalah pembangunan dam intake seperti di Kali Apu, Jrakah, Selo. Hal itu merupakan hasil kajian BPBD Boyolali dengan Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM (DPU dan ESDM) dan Balai Besar Wilayah Sungai Serang.

“Kajian teknis pembangunan konstruksi bendungan sangat tidak memungkinkan,” kata Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Rabu (13/1).

Selain medan sulit, alat berat juga tidak memungkinkan dibawa ke lokasi. Pasalnya, dari Desa Ngagrong, Ampel, ke Bendungan Sipendok, membutuhkan waktu 3,5 jam dengan berjalan kaki. Terkait pembangunan dam intake, yang merupakan solusi untuk jangka panjang, bisa menahan longsoran material batu dan pasir.

“Dam intake pun juga perlu kajian teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai Serang,” tambah Nur Khamdani.

Kepala DPU dan ESDM Boyolali, M Qodri, membenarkan dirinya pernah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serang terkait wacana pembangunan dam di aliran Sungai Sipendok. Saat ini, pihaknya sudah membahas anggaran dana bantuan pembangunan intake. Nantinya, dam intake tidak dibangun di dekat Sipendok, hal ini dikarenakan medanya sangat sulit.

“Nanti dibangun agak ke bawah, di sekitar kawasan Tempuran, Candisari, Ampel,” ungkap Qodri.

Dijelaskan, potensi bencana jebolnya Sipendok saat ini masih cukup kecil. Menyusul debit air menurun, kalaupun Sipendok jebok, kemungkinan hanya sampai Makam Pantaran. Sementara itu, longsoran material di lereng Gunung Merapi diketahui tidak hanya membendung aliran Sungai Sipendok namun telah menutup aliran empat air terjun di kawasan tersebut.

“Empat air terjun di kawasan tersebut sudah hilang dan tertutup material, sekarang yang tersisa masih ada 5 air terjun,” tandas Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge