0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gafatar Pernah Masuk Klaten namun Tak Dapat SKT

Kepala Kantor Kesbangpol Klaten Hadi Saputro (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbagpol) Klaten mengaku sudah berkali-kali dilobi Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) agar bisa mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT). Namun demikian, Kesbangpol Klaten selalu menolaknya.

“Gafatar kalau di Klaten adem ayem. Tidak ada masalah. Karena kalau mengajukan SKT selalu kita tolak,” ungkap Kepala Kantor Kesbangpol, Hadi Saputro, Rabu (13/1).

Diceritakan, pengajuan SKT tersebut dilakukan semenjak Juni 2012. Namun sebelumnya sudah ada radiogram Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) No 220/1091 D.III tanggal 5 April 2012 perihal penjelasan status Gafatar yang keberadaannya perlu diawasi. Sehingga pihaknya selalu menolak dengan halus.

“Juni 2012 mereka (Gafatar) ingin masuk mendaftarkan diri. Tapi ditolak oleh Kepala Seksi (Kasi) Ketahanan Kesbangpol, Hartono, secara halus. Karena belum ada kepastian dari Kemendagri,” cerita Hadi.

Ditolak, Gafatar Klaten tidak menyerah. Mereka tetap berupaya mendapatkan SKT-nya dengan mendatangi Kantor Kesbangpol Klaten secara terus menerus. Selain itu, mereka menancapkan taringnya di masyarakat melalui kegiatan bakti sosial (Baksos), dan mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Pemkab Klaten.

“Sekitar Februari 2015, mereka mengadakan sosialisasi di salah satu SMA negeri, izinnya sosialisasi biasa. Hari kedua kegiatan, ada ekses tidak bagus yakni penodaan agama, tidak mengakui Nabi Muhammad. Lalu muncul protes,” imbuh Hadi saat ditemui wartawan.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya berkonsultasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Klaten untuk menerbitkan surat edaran (SE) kepada instansi pemerintahan dan swasta tentang penertiban kegiatan Gafatar. Isinya, menangguhkan kegiatan yang berhubungan dengan Gafatar.

“Lalu kita berhentikan karena sudah melenceng dari harapan. Kalau memang kegiatan Baksos dan sifatnya postif tidak masalah. Setelah kejadian di SMA itu, kegiatan mereka berhenti dan sudah tidak terdengar gaungnya kembali. Namun kita tetap mewaspadainya,” tandas Hadi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge