0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hibah Ndalem Joyokusuman Dekati Proses Akhir

dok.timlo.net
Ndalem Joyokusuman di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo (dok.timlo.net)

Solo — Perlahan-lahan, proses hibah Ndalem Joyokusuman kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalami titik terang. Saat ini, Pemkot menunggu berita acara penyerahan Ndalem Joyokusuman dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Setelah proses hibah selesai, Pemkot memastikan menganggarkan biaya perawatan Ndalem Joyokusuman di APBD Perubahan 2016.

“Kita sudah dapat suratnya dari Kementrian Keuangan untuk nanti ditindaklanjuti Kejaksaan Agung dalam bentuk berita acara penyerahan kepada Pemkot. Surat keputusan Kementerian Keuangan tentang hibahnya sudah kita terima,” kata Pelaksana Harian (Plh) Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Yulistianto, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/1).

Dalam Surat Kementerian Keuangan, lanjut Budi, bangunan dan aset Ndalem Joyokusuman dihibahkan seluruhnya kepada Pemkot. Setelah diserahkan, Pemkot nantinya akan mencatat aset bangunan benda cagar budaya (BCB) itu di neraca keuangan Pemkot.

Terkait pemeliharaan kedepan, Budi memastikan akan menganggarkan pemeliharaan Ndalem Joyokusuman di APBD Perubahan 2016 mendatang. Pasalnya, setelah diserahkan kepada Pemkot otomatis pemeliharaan bangunan seluas lebih kurang 8.253 meter persegi itu menjadi kewajiban Pemkot.

“Nanti di perubahan kita alokasikan. Bentuk-bentuk yang perlu diperbaiki ya nanti kita cek bareng-bareng. Pastinya nunggu berita acara selesai. Untuk pemanfaatannya kedepan sesuai dengan peruntukannya untuk galeri seni,” ujar dia.

Saat Timlo.net menyambangi bangunan yang terletak di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon itu, kondisi Ndalem Joyokusuman memang tidak terawat. Meski dari depan terlihat baik-baik saja, saat masuk di bagian tengah terlihat kerusakan bangunan. Atap di bagian tengah bangunan yang disebut Ndalem Ageng terlihat ambrol.

“Sirapnya jebol karena terbuat dari kayu. Sudah lima tahun ini,” kata Suwardi (67), penjaga Ndalem Joyokusuman.

Untuk diketahui, Ndalem Joyokusuman disita tahun 2008 oleh Kejagung sebagai barang bukti kasus korupsi. Sejak tahun itu, rumah tersebut mangkrak.

 

 

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge