0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Isi Dokumen Milik Gafatar di Sleman

Dokumen Gafatar (merdeka.com)

Timlo.net – Ditemukan sejumlah dokumen diduga milik Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sebuah rumah di Dusun Kadisoka Purwomartani, Kalasan, Sleman. Rumah ini diduga menjadi tempat berkumpulnya anggotanya.

Diantaranya adalah Ahmad Kevin Aprilio (16) bersama ayahnya, Sanggar Yamin. Mereka berdua kini menghilang.

Untuk diketahui, melalui ayahnya, Kevin turut menimba ilmu di Home Schooling tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Berkas tersebut berisi daftar anggota, target peserta eksodus dan beberapa formulir pendaftaran serta sebuah buku catatan kecil.

Di dalamnya tertulis ada sekitar 25 orang yang ditargetkan akan berangkat eksodus. Banyak diantara nama-nama tersebut dilingkari dan beberapa disilang. Namun beberapa nama sudah tidak lagi jelas.

Selain itu ada daftar peserta absensi BMS DPK Gafatar Sleman. Ada sekitar 65 nama dalam daftar tersebut. Satu orang yang diketahui menghilang adalah Sanggar Yamin, ayah dari Ahmad Kevin Aprilio.

Tidak hanya itu ada juga formulir dengan judul Angket Pengembangan KKP. Ada tabel isian nama kepala keluarga dan anggota keluarga, jumlah harta kekayaan mulai mobil, sepeda motor, tanah, bangunan dan kesanggupan mengisi pengembangan KKP. Belum diketahui persis apa kepanjangan KKP.

“Angket ini ditujukan untuk dapat diisi dengan sebenar-benarnya agar kita dapat menggenapi seruan Tuhan Yang Maha Esa,” tulis Info Penting di samping kanan formulir.

Dalam blocknote yang ditemukan juga ditemukan sejumlah catatan rapat yang diduga milik salah seorang anggota Gafatar. Namun sebagian tulisan tersebut sudah tidak terlihat karena basah terkena hujan. Meski demikian masih ada yang bisa terbaca.

Berikut beberapa catatan menggunakan buku catatan kecil, yang ditulis menggunakan pena warna biru :

“Diluaran sana setinggi apapun pangkat, sekaya apapun mereka, sepintar dan sehebat apapun mereka, tetap dimata Tuhan, mereka adalah orang yang terlaknat. Berbeda kita yang di dalam, semiskin apapun kita, sesederhana apapun kita, kita tetap istimewa dimata Tuhan.”

“Apa yang selama ini kita lakukan, adalah buah dari ajaran Milah Abraham.”

“Sementara fase ke 3 ini adalah fase kritis, berbahaya, kita tidak perlu berfikir macam-macam bukan lagi saatnya mempertanyakan tentang keyakinan atau program. Sekarang ini masalah praktik. Tidak ada tawar menawar. Di sini bukti ketaatan dan ketundukpatuhan akan kelihatan.”

“Saatnya manusia bergerak, dan tidak boleh memperdebatkan apa yang sudah diajarkan. Kita dialihkan pimpinan kita, harus siap. Bukan lagi masih berfikir dan menganalisa. 2001-2015 sudah dilewati fase pertama dan kedua.”

Tak hanya itu. Dalam bekas catatan yang ditemukan juga tertulis terkait pengumpulan dana untuk perjuangan.

“Hal-hal pengumpulan harta sudah diingatkan dalam firman Tuhan. Orang-orang kafir menafkahkan harta untuk menghadapi kita di jalan Tuhan. Secara kualitas kita harus 10 kali lipat dari orang-orang luar.”

“Disiplin menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar. Perilaku ini sudah tidak pantas dilakukan orang yang telah melakukan persaksian. Dari fase ke fase pasti akan ada orang tersingkirkan. Akan ada seleksi Tuhan.”

Selain itu ada kutipan surat Alquran Surat An-nisa ayat 97-100 tentang perintah hijrah.

“(4/97-100) Kita ini tertindas tidak merdeka, kita tidak bisa hidup sesuai perintah/maunya Tuhan. Seluruh dunia/global masih banyak tanah kosong,” sebutnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge