0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak-Anak Pengikut Gafatar Diberhentikan dari Sekolah

dok.timlonet/tarmuji
Rumah milik Mulyanto ditinggalkan begitu saja (dok.timlonet/tarmuji)

Wonogiri — Fakta mengejutkan seputar keluarga anggota Gafatar yang sudah hampir dua pekan menghilang dari kampung halamannya, di Wonogiri. Anak-anak dari anggota Gafatar tidak diperbolehkan mengenyam sekolah reguler. Mereka kabarnya dididik di rumah, dengan pendidikan ketrampilan dan pertanian.

“Seperti anaknya Mulyanto itu, setelah mereka ikut Gafatar, kedua anaknya yang baru duduk di bangku SD diberhentikan, padahal keduanya tergolong cerdas dan kerap mendapat juara,” ungkap Ketua RT2/RW 10 Dusun Wonosari, Desa Purwosari, Wonogiri, Sutomo, Rabu (13/1).

Sudah sejak lama dia mencurigai aktivitas Gafatar yang tertutup. Bahkan, sempat dirinya bersama warga menegur Mulyanto tekait aktivitas kelompok mereka ini.  “Yang jelas sampai saat ini keberadaan mereka secara pasti tidak bisa diketahui. Rumahnya dibiarkan kosong,” tuturnya.

Sutomo mengaku Gafatar masuk ke wilayahnya tahun kemarin (2015). Aktivitasnya sangat tertutup, jadi tidak bisa diketahui warga lain. Namun, beberapa kali ikut kegiatan sosial seperti kerja bakti.

“Sering memakai seragam batik berwarna oranye, Mas,” jelasnya.

Ditambahkan warga setempat, Toro, selain Mulyanto, hal serupa juga dialami oleh anak-anak Giyarto. Kedua anaknya juga diberhentikan dari sekolah setelah mereka mengikuti ajaran Gafatar.

“Anak-anak mereka itu tidak ada yang sekolah, katanya mereka dididik di rumahnya sendiri,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge