0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

12 Warga Wonogiri Menghilang, Diduga Ikut Gafatar

Rumah milik Mulyanto di Desa Purwosari, Wonogiri yang menjadi markas Gafatar (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setidaknya tiga kepala keluarga (KK) yang terdiri dari  12 warga Wonogiri menghilang sejak beberapa pekan lalu. Diduga kuat mereka masuk dalam organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka merupakan penduduk Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri.

Mereka di antaranya, Mulyanto (50), yang memiliki empat anggota keluarga; Sugiarto (45) dengan empat anggota keluarga. Keduanya adalah warga Dusun Wonosari RT2/RW10. Kemudian Fiyanto dengan empat anggota keluarga ,warga Dusun Pelem RT1/RW14. Salah satu anak Fiyanto bernama Finda Amalia Maruf merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Solo.

“Jadi hanya mereka yang bisa menghubungi kami, kami sendiri tidak bisa,” ungkap ayah mertua Mulyanto, Priyo Martono, Rabu (13/1).

Ketiga keluarga tersebut menghilang sejak akhir tahun kemarin. Kepada famili yang ditinggalkan, mereka mengaku akan pergi ke sejumlah daerah di Sumatera. Nomor telepon milik mereka tidak bisa dihubungi dari Wonogiri, namun mereka  di lain hari  bisa menghubungi famili di Wonogiri.

Priyo mengatakan, menantu dan anaknya (istri Mulyanto bernama Mulyani) bersama kedua anak pergi pamit ke Medan dua pekan lalu. Sebelumnya keluarga Mulyanto aktif dalam organisasi Gafatar Wonogiri.

“Semula dia mempunyai usaha mapan, yakni pemotongan ayam dan juga jualan durian di dekat jalan raya atau tepatnya di dekat Plintheng Semar,” jelasnya.

Ditambahkan, bersama anggota Gafatar lainnya, Mulyanto sering mengadakan pertemuan tertutup. Dia mengaku tidak tahu apa yang dikerjakan mereka di dalam rumah.

“Yang jelas kami berharap Mulyanto dan keluarganya segera sadar dan pulang kembali,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge