0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dipaksa Pindah, 77 KK Magersari Tetap Disangoni

Pasar Nglano, Tasikmadu, Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sebanyak 77 kepala keluarga (KK) penghuni bangunan liar yang berada di Pasar Nglano, Tasikmadu, Karanganyar, diperintahkan untuk mengosongkan huniannya. Pasalnya, keberadaan hunian liar dikhawatirkan bakal mengganggu proses pembangunan total pasar tradisional tersebut. Meski ilegal namun Pemkab akan memberikan modal untuk pindah.

“Tidak ada legalitas mendirikan rumah di pasar. Silakan pindah sebelum Pasar Nglano dibongkar total untuk persiapan pembangunan. Pemkab tak memiliki tanggungjawab terhadap mereka, karena itu hunian liar,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (12/1).

Bupati tak memasang tenggat waktu pengosongan hunian liar. Namun ia mengisyaratkan hal itu tak lama lagi karena Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera melelang pembangunan pasar darurat di area magersari Pasar Nglano.

“Pada saat pemenang lelang didapatkan, mereka sudah harus pindah. Terserah mau pindah kemana bukan urusan Pemkab,” katanya.

Namun demikian Bupati tak serta merta mengusir para penghuni magersari. Rencananya, mereka akan diberi uang modal pindah dari program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) atau program sejenis lainnya.

Seperti diketahui, Pemkab Karanganyar berencana membangun Pasar Nglano dengan kebutuhan Rp 16 miliar. Detail Engineering Design (DED) pembangunan telah diserahkan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Tengah sebagai modal pengajuan anggaran.

Lurah Pasar Nglano, Suwandi tak menampik pasar tradisional di wilayah Tasikmadu tersebut semi permukiman. Dari awalnya hanya dihuni beberapa keluarga, kini sampai 77 KK menempati rumah magersari Pasar Nglano.

“Mulanya berdagang dengan kios seng dan bambu. Tapi lama kelamaan berubah menjadi rumah betulan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tak lepas dari minimnya perhatian Pemkab terhadap pasar tersebut. Di lokasi jual beli saja, fasilitas Pasar Nglano tergolong tidak layak. Kerusakan parah terlihat di sisi utara, yakni atap ambrol, lantai remuk dan sebagainya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge