0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hama Tikus Serang Persawahan Banyuurip

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman memimpin gropyokan tikus di Kecamatan Sidoharjo beberapa waktu lalu. (Foto: Bag. Humas Pemkab Sragen)

Sragen – Petani di Desa Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan diresahkan oleh banyaknya hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Sayangnya hama tikus tersebut tidak mempan kalau hanya diberi racun tikus.

“Tanaman yang baru ditanam sudah rusak lantaran diserang tikus. Biasanya tikus-tikus itu keluar pada malam hari. Jumlahnya mungkin mencapai ribuan,” kata Ketua Kelompok Tani Banyuurip, Miyo kepada wartawan, Selasa (12/1).

Miyo menuturkan, saat ini usia tanam padi saat ini antara-45-60 hari, sedangkan masa terbanyak tikus saat padi berusia 12 hari. Hampir setiap hari para petani di desanya melakukan perburuan terhadap tikus-tikus sawah. Memburu tikus dilakukan siang malam agar padi-padi mereka tidak habis dimakan hama tersebut.

Dia mengungkapkan, lahan sawah di desa Banyurip luasnya sekitar 222 hektar. Seperempat lahan diantaranya mendapat serangan hama tikus. Karena kerugian yang diakibatkan tikus-tikus tersebut, sebagian petani sampai mengulang tanam padi. Para petani pesimis bakal untung dalam masa panen tahun ini. Bahkan sebagian meninggalkan sawahnya begitu saja lantaran putus asa.

Anehnya, tikus-tikus tersebut tidak mempan bila hanya dikasih racun. Untuk mengantisipasinya petani melakukan gropyokan tikus dan memasang pembatas sawah dengan plastik.

“Racun tikus tersebut tidak mampu mengatasi lantaran banyaknya tikus-tikus. Obatnya hanya membunuh beberapa persen, tidak mampu mengatasi semua,” jelas Kepala Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Sambungmacan, Ari Kasiranto.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge