0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Lahan Sriwedari, PN Solo Tawarkan 2 Opsi

timlo.net/achmad khalik
Taman Sriwedari Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ketua Pengadilan Negeri Solo Amin Sutikno mengajukan, dua tawaran terkait penyelesaian sengketa lahan Sriwedari antara pemerintah kota (Pemkot) Solo dengan ahli waris Wirjodiningrat. Selain itu, pihaknya juga menjanjikan tidak akan melakukan eksekusi paksa terhadap lahan bekas Bon Rojo itu.

Dia beranggapan bahwa eksekusi paksa bukan hal yang terbaik yang bisa dilakukan untuk penyelesaian sengketa Sriwedari. Dua hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan Aanmeaning di Pengadilan Negeri Solo, Selasa (12/1).

“Ada dua opsi yang kita untuk pemerintah kota (Pemkot), karena pada dasarnya Pemkot masih ingin memanfaatkan lahan ini untuk public space,” kata dia.

Opsi tersebut yang pertama adalah pemerintah kota harus memetakan lahan mana saja yang akan digunakan sebagai public space. Sedangkan opsi kedua adalah mempertanyakan ketersediaan dana dari Pemkot untuk mengauisisi lahan yang hendak dikelola.

“Dua opsi itu telah kita ajukan kepada Pemkot, dan akan dipertimbangkan oleh pemkot,” katanya.

Meskipun begitu, dirinya tidak berani memastikan apakah pihak ahli waris mau menyetujui opsi tersebut.

Pihak ahli waris, Komite Museum Radyapustaka dan Keraton Surakarta tidak hadir dalam agenda itu. Satu-satunya pihak yang hadir adalah Pemkot Solo yang diwakili Kabag Hukum dan HAM, Kinkin Sultanul Hakim.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge