0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

11 Warga Klaten Terserang DBD, Satu Meninggal

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Petugas melakukan fogging guna mencegah demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Klaten — Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mencatat, pekan pertama Januari 2016 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 11 kasus. Tersebar di 6 kecamatan dari total 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

“Sampai 9 Januari sudah ada 11 kasus DBD, salah satunya meninggal dunia warga Kecamatan Ngawen. Warga lain yang positif DB meliputi Kecamatan Trucuk, Wedi, Bayat, Karanganom dan Delanggu,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinkes Klaten Wahyuning Nugraheni, Selasa (12/1).

Dijelaskan, jumlah kasus akibat keganasan gigitan nyamuk Aedes Aegypti kasus Januari tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Pada pekan pertama Januari tahun 2015 sebanyak 10 kasus dengan satu di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan kasus DBD tahun lalu (2015) mencapai 525 kasus dengan kematian 26 orang. Hampir separuh korban kematian akibat DBD adalah anak-anak umur 1 hingga 4 tahun.

“Kasus DBD di Klaten memang masih cukup tinggi. Untuk 11 penderita pekan pertama Januari tahun ini menjangkit tiga Balita, anak-anak, dan dewasa. Sementara, desa endemik DBD pada pekan pertama 2016 berada di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, dan Desa Pandes, Kecamatan Wedi,” beber Nuning.

Tingginya kasus DBD wajib menjadi perhatian bersama baik pemerintah maupun masyarakat. Nuning meminta kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan memberantas jentik-jentik nyamuk.

”Yang dibutuhkan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) rutin untuk menekan DBD. Enggak akan selesai memberantas DBD kalau tidak ada peran aktif masyarakat,” pintanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge