0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingin Naikkan Tarif, Wanita Tuna Susila Mengaku Sebagai Model Dan Ratu Kecantikan

Dok: Timlo.net/ Shanghaiist.com
Contoh foto ratu kecantikan palsu yang dibuat seorang wanita tuna susila. (Dok: Timlo.net/ Shanghaiist.com)

Timlo.net—Beberapa wanita tuna susila di Cina berusaha menaikkan tarif layanan mereka dengan cara menyamar menjadi selebriti. Para pekerja seks komersial ini membayar para penipu online dengan uang senilai Rp 4 juta- Rp 60,6 juta untuk mempublikasikan berita-berita, profil sosial media dan kartu identitas palsu supaya tarif mereka bisa naik.

Uang ini bahkan digunakan untuk menciptakan video musik, foto profesional dan mendaftarkan diri ke agensi model resmi. Salah satu wanita ini mengaku sebagai ratu kecantikan dan seorang model internasional dengan nama Qiao Shengyi.

Skema penipuan ini begitu detil hingga kita bisa menemukan berbagai berita palsu di internet dan wawancara ekslusif terkait para selebriti palsu ini. Para wanita ini menggunakan profil-profil palsu di situs sosial media di Cina untuk mencari klien.

“Situs-situs itu tidak akan menverifikasi jika mereka adalah bintang terkenal atau tidak. Selama mereka dibayar, mereka akan memposting berita-berita itu online,” kata Zhou Kun, seorang polisi di Shenzhen Municipal Public Security Bureau kepada CCTV News.

Beberapa wanita panggilan ini bahkan rela membayar puluhan ribu pound sterling untuk melakukan operasi plastik sehingga wajah mereka mirip para bintang dari Korea Selatan. Penipuan ini rupanya berhasil karena saat dilakukan penangkapan, banyak di antara mereka memiliki mobil mewah.

Kementrian Keamanan Dalam Negeri Cina melakukan dua operasi nasional untuk melawan jenis prostitusi baru ini.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge