0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Minyak Jatuh di Titik Terendah Sejak 12 Tahun Terakhir

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Harga minyak dunia jatuh pada level terendah sejak 12 tahun terakhir. Pada perdagangan Senin (Selasa WIB-red) harga minyak mentah dipatok di bawah USD 32 per barel.

Jatuhnya harga minyak dipicu sentimen bahwa Iran dapat bebas meningkatkan ekspornya dalam beberapa minggu.

Di perdagangan New York, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari merosot USD 1,75 menjadi berakhir di USD 31,41 per barel, tingkat yang terakhir disaksikan pada 23 Desember 2003.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun USD 1,61 menjadi menetap di USD 31,55 per barel, penutupan terendah yang terakhir terlihat pada April 2004.

Harga minyak mentah sudah anjlok sebesar 10 persen pekan lalu karena kekhawatiran tentang China, konsumen energi terbesar di dunia, melampaui laporan ketenagakerjaan AS yang kuat.

“Pada saat ini tidak banyak orang mengharapkan untuk melihat ‘rebound’ signifikan dalam minyak, sehingga harga terus bergerak lebih rendah ke tingkat terendah multi-tahun karena sentimen bergerak dari posisi buruk menjadi lebih buruk,” analis Capital Gain, Fawad Razaqzada, mengatakan kepada AFP.

Para analis masih harus mempertimbangkan risiko geopolitik, termasuk konfilik Arab Saudi-Iran terhadap prospek pasokan baru yang datang ke pasar dari Iran ketika sanksi-sanksinya dicabut.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini berharap kesepakatan nuklir Iran yang akan segera dilaksanakan dengan Teheran di jalur untuk memenuhi janjinya guna menempatkan bom di luar jangkauannya. “Harapan saya adalah bahwa hari ini bisa datang lebih cepat,” kata Mogherini di Praha.

“Pelaksanaan perjanjian ini berjalan dengan baik, itu menggembirakan,” tambahnya.

Pelaksanaan kesepakatan itu akan menyebabkan pencabutan sanksi ekonomi atas Teheran dan mungkin membawa satu juta barel minyak per hari ke pasar global yang sudah kelebihan pasokan dalam beberapa bulan mendatang.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge