0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Kos-Kosan, Petugas Temukan ABG Hamil 2 Bulan

dok.timlo.net/aditya wijaya
Jajaran Polres Klaten merazia sejumlah kos-kosan (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Sebanyak tiga pasangan bukan suami istri terjaring dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Klaten. Razia menyasar sejumlah kos-kosan yang dicurigai sebagai lokasi protistusi terselebung.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat kalau tempat kos sering dijadikan ajang minum-minuman (Miras), lokasi bolos sekolah. Kemudian kami tindak lanjuti dengan penyisiran,” ungkap Kaur Bin Ops (KBO) Sabhara Iptu Muhari, Selasa (12/1).

Razia yang melibatkan unit Sabhara, Satuan Binmas, dan Intelkam tersebut menyasar 3 rumah kos di daerah Desa Karanganom, Kecamatan Utara; Kampung Srago, Desa Mojayan, Klaten Tengah; dan Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara.

Pihaknya menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi di salah satu kamar kos-kosan. Selain itu, dari tiga pasangan yang diciduk, satu pasangan di antaranya masih di bawah umur, yakni berusia 15 tahun.

“Di kos-kosan daerah Sekarsuli penghuninya tertib, tidak menemukan sesuatu. Untuk tiga pasangan yang terjaring berada dalam satu kamar kos dengan memiliki identitas lengkap namun tidak bisa menunjukkan surat resmi menikah,” papar Iptu Muhari.

Setelah dirazia, ketiga pasangan lantas didata dan diserahkan ke Satuan Binmas untuk dapat diberikan pembinaan. Bahkan satu pasangan yang terjaring razia hamil sekitar 2 bulan.

“Saya ke kosan ini hanya sebagai tempat ampiran. Saya sudah tidak sekolah lagi, hanya sampai kelas 3 SMP. Saat ini mengandung (hamil) dua bulan,” ujar salah satu anak perempuan yang terazia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge