0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sempat Eksis, Gafatar Pernah terdaftar di Kesbangpol Solo

(Ilustrasi) (dok.timlo.net/gg)

Solo – Ditemukannya dr Rica Tri Handayani di Kalimantan Tengah oleh Tim Polda DIY mengungkap fakta baru. Diketahui, dokter asal Lampung itu bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Organisasi masyarakat yang kini tengah menjadi sorotan itu ternyata juga pernah eksis dan terdaftar di Solo.

“Gafatar pernah terdaftar di sini. SKT (Surat Keterangan Terdaftar)-nya tahun 2011,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Solo, Suharso saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/1).

Suharso menerangkan, pemberian SKT ke Gafatar lantaran organisasi itu memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan SKT. Setelah SKT terbit, Kesbangpol Solo baru kemudian mendapatkan sinyal dari pemerintah pusat. Dari klarifikasi pemerintah pusat, Gafatar ditengarai menginduk ke aliran sesat pimpinan nabi palsu, Ahmad Musadek.

Lantaran sinyal dari pemerintah pusat serta komplain dari warga, lanjut Suharso, Kesbangpol akhirnya tidak lagi memproses perpanjangan SKT Gafatar di 2014. Meskipun pengurus Gafatar mengajukan perpanjangan SKT.

Dari dokumen Kesbangpol, Gafatar mendapatkan SKT tahun 2011 dengan nomor SKT 220/XII/2011 tanggal 20 Desember 2011. Organisasi ini tercatat beralamat di Jl Sidomukti Barat I, Kp Kidul Pasar RT 01 RW 02, Pajang Laweyan. Tercatat sebagai Ketua Anton Susanto, sekretaris Widiastono dan bendahara Yudi Prasetyo.

Suaharso mengakui, Gafatar pandai dalam mengambil simpati masyarakat. Mereka sering melakukan kegiatan sosial seperti penanaman pohon, donor darah dan aksi sosial lainnya. Terakhir, saat abu Gunung Kelud melanda Solo di tahun 2014, Gafatar juga membagikan masker gratis. Setelah itu, aktifitas Gafatar di Solo tak lagi terdengar.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge