0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stasiun Ini Tetap Dibuka Hanya Untuk Satu Penumpang

Dok: Timlo.net/ Twitter.
Rel kereta api. (Dok: Timlo.net/ Twitter.)

Timlo.net—Selama beberapa tahun hanya satu penumpang yang menjadi pelanggan setia dari stasiun kereta api Kyu-Shirataki di kepulauan Hokkaido, Jepang: seorang gadis SMA yang menggunakan kereta untuk pergi sekolah. Kereta api hanya berhenti di sini beberapa kali sehari: sekali untuk mengantar gadis itu ke sekolah dan beberapa kali setelah jam sekolah selesai. Menurut CCTV News, Japan Railways yang mengoperasikan jaringan rel di negara itu, tetap membuka stasiun yang jarang digunakan itu selama bertahun-tahun dengan sebuah alasan yang baik.

Jumlah penumpang di Kyu-Shirataki dan beberapa stasiun di dekatnya telah menurun dengan tajam karena lokasinya yang terpencil dan layanan pengangkutan barang di sana juga sudah berakhir. Tapi para siswa di sana bergantung pada kereta api untuk pergi sekolah sekalipun untuk transit. Para orang tua meminta perusahaan itu tetap membuka stasiun untuk anak-anak mereka. Japan Railways akan tetap mengoperasikan stasiun itu hingga Maret 2016, saat tahun fiskal berakhir dan saat para siswa ini lulus, tulis Asahi Shimbun.

Banyak orang memuji kepedulian Pemerintah Jepang karena mengutamakan pendidikan. “Kenapa saya tidak rela mengorbankan diri untuk sebuah negara seperti ini saat pemerintah siap untuk berkorban lebih untuk saya,” tulis seorang pengguna Facebook dalam kolom komentar di halaman Facebook CCTV.

“Inilah artinya sebuah pemerintahan yang baik menembus hingga ke tingkat akar rumput. Setiap penduduk berarti. Tidak ada anak yang diabaikan!” tulis yang lain.

Sementara yang lain, seperti seorang pegupload video YouTube bersedih karena kondisi kereta api di pedalaman Jepang. Dengan tingkat kelahiran di negara itu yang rendah, populasi yang menua dan ancaman untuk kehilangan sepertiga dari populasinya pada 2060, Jepang menghadapi krisis rumah kosong yang bertambah dan tenaga kerja yang menyusut. Dengan masalah-masalah ini sistem kereta api di negara itu juga terkena dampaknya.

Kereta api Jepang yang berkecepatan tinggi dan efisien terus meluaskan jangkauan mereka hingga ke tempat-tempat terpencil di negara itu, sehingga kereta api yang lebih tua dan berteknologi rendah menjadi usang. Stasiun Kyu-shirataki, contohnya, berada di kota Engaru di pinggiran Hokkaido, kehilangan 20 jalur rel mereka dalam beberapa dekade.

Sumber: Citylab.com

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge