0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Tahun, DBD di Wonogiri Renggut 2 Nyawa

dok.timlo.net/nanin
Fogging, pengasapan kasus demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri — Awal 2016, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mencatat ada tiga kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dua orang di antaranya meninggal dunia, sedang satu korban berhasil tertolong.

“Sampai Januari ini sudah ada tiga kasus, dengan korban meninggal dunia dua orang,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan(P2PL),DKK Wonogiri,Supriyo Heriyanto,Selasa(12/1).

Menurutnya, dua korban DBD berasal dari Kecamatan Baturetno dan satu korban dari Kecamatan Pracimantoro. Di Baturetno merenggut jiwa seorang pelajar SD berusia tujuh tahun, sedang  satu korban dapat diselamatkan sehingga Januari ini ada total tiga kasus.

“Korban meninggal berikutnya yakni ibu rumah tangga berinisial S (40) warga Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro. Dia meninggal dunia pada Minggu (10/1). Sebelumnya S menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Eromoko kemudian dirujuk ke rumah sakit di Solo,” jelasnya.

Dikatakan, merebaknya kasus DBD menjadi perhatian Pemkab Wonogiri. Melalui DKK melakukan antisipasi mewabahnya DBD di Wonogiri.

“Kita melakukan upaya pencegahan dengan PSN rutin dan penyuluhan Sedang upaya pengendalian dengan abatisasi dan fogging,” jelasnya.

Terpisah, Camat Pracimantoro Warsito menambahkan, S (40) warga Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Ia dinyatakan positif terjangkit DBD. Pihaknya mengimbau kepada warga selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan menggalakkan kegiatan PSN.

“Sebelumnya kita sudah menerima laporan, dan rencananya pada Jumat (8/1), sebelum korban meninggal, kita berencana melakukan fogging di Sambiroto tapi tidak jadi, karena ada acara mendadak,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge